Melansir kantor berita Reuters, Kantor Koordinasi Urusan
Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kombinasi perubahan iklim,
ketidakamanan, dan Covid-19 telah menempatkan kawasan itu di
ambang "bencana" kerawanan pangan.
LSM Save The Children memperkirakan bahwa 700.000 anak balita termasuk
di antara 2,3 juta anak yang terkena dampak.
Baca Juga:
Mendag: Indonesia-Nigeria Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Dagang
Mereka meminta pemerintah Nigeria
untuk melindungi para petani dari ancaman militan sehingga dapat mendedikasikan
lebih banyak sumber daya untuk mencukupi penduduk.
Risiko lebih besar mengancam daerah
timur laut NIgeria.
Koordinator kemanusiaan PBB untuk
Nigeria, yang bernama Edward Kallon, menjelaskan, sekitar
4,4 juta orang berada dalam risiko kekurangan pangan kritis.
Baca Juga:
WHO: Nigeria Pertama Luncurkan Vaksin Men5CV Baru untuk Meningitis
Hal itu akan mengancam bencana pangan
yang meningkat pada titik terburuk dalam lima tahun terakhir.
Kallon mengatakan, "orangtua mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah untuk
mengemis agar dapat bertahan hidup."
Organisasi kemanusiaan Save the Children mengklaim bahwa mereka
adalah salah satu organisasi kemanusiaan pertama yang merespons krisis
kemanusiaan di timur laut Nigeria.