Sekitar 1,2 juta orang telah
mendapatkan respons tindakan dari organisasi tersebut.
Save The Childrens, dalam laman resminya, juga mengatakan telah memberikan
bantuan makanan dan layanan perlindungan kepada lebih dari 320.000 anak-anak
dan keluarga secara teratur.
Baca Juga:
Mendag: Indonesia-Nigeria Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Dagang
Menurut Shannon Ward, pejabat direktur
negara Save the Children International
Nigeria menjelaskan bahwa hilangnya mata pencaharian, tanah dan tanaman,
ditambah dengan efek Covid-19 adalah sesuatu yang tidak dapat
ditanggung oleh masyarakat.
"Sebagai akibat dari kepadatan
penduduk, pemisahan keluarga, kurangnya layanan sosial dasar dan tindakan putus
asa yang dilakukan orang hanya untuk bertahan hidup, seperti menikahkan
anak-anak mereka, mereka menghadapi risiko tinggi kekerasan berbasis gender, pelecehan
fisik dan seksual. Banyak anak akan didesak untuk putus sekolah, dan beberapa
tidak akan pernah kembali, dengan impian masa kecil mereka memudar," jelas
Shannon Ward.
Mereka yang paling terdampak dalam
krisis ini adalah anak-anak, anak-anak perempuan dan kelompok perempuan.
Baca Juga:
WHO: Nigeria Pertama Luncurkan Vaksin Men5CV Baru untuk Meningitis
Dalam catatan World Food Programme milik PBB, ada 1,92 juta penduduk yang telah
mengungsi karena konflik di timur laut Nigeria.
Sekitar 7,7 juta membutuhkan bantuan
kemanusiaan dan 60 persen penduduk secara nasional hidup di bawah garis
kemiskinan.
Tiga negara bagian Nigeria yang paling
terdampak adalah Borno, Adamawa, dan Yobe.