• Home
  • Nasional
  • Tohom Purba : Kader Pemuda Pancasila Harus Lebih Intelek

Tohom Purba : Kader Pemuda Pancasila Harus Lebih Intelek

Administrator Minggu, 30 Desember 2018 06:44 WIB
ist

Rapat Pleno I BPPH Pemuda Pancasila DKI Jakarta. Dari kiri ke kanan: Embay Supriyantono, Thariq Mahmud, Tohom Purba, dan Arnol Sinaga

JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila DKI Jakarta akan senantiasa mengawal setiap proses hukum yang tengah dihadapi para kader dari salah satu ormas terbesar di Indonesia tersebut.

Hal itu menjadi salah satu poin terpenting yang muncul pada Rapat Pleno I BPPH Pemuda Pancasila DKI Jakarta di Puri Denpasar Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Thariq Mahmud, menegaskan, BPPH PP DKI Jakarta wajib melakukan pendampingan kepada setiap anggota dan kader yang sedang menjalani proses hukum.

"Anak-anak itu kan ribut bukan (untuk) urusan pribadi, tetapi membela panji Pemuda Pancasila. Sebagai timbal balik, kitalah yang membantu proses hukumnya sampai selesai. Jangan sampai ditinggal. Itu tidak fair," tegas Thariq dalam sambutannya.

Dalam konteks itu, Thariq meminta agar seluruh jajaran di BPPH DKI Jakarta lebih aktif lagi dalam menggerakkan roda-roda organisasinya.

"Saya paham (kepadatan) aktivitas teman-teman sebagai advokat. Tapi, tingkatkan (jugalah) keaktifan untuk membesarkan organisasi, agar menjadi lebih kuat dan baik," katanya.

Sementara itu, Sekretaris MPW PP DKI Jakarta, Embay Supriyantono, mengingatkan BPPH agar lebih memperhatikan soal tata tertib administrasi.

"Ini organisasi. Jadi, saya tidak mau teman-teman BPPH bergerak secara personal. Silakan saja kalau mau buat kartu nama BPPH PP. Tapi, setiap produk administrasi yang dikeluarkan, apalagi menggunakan kop surat, harus dilaporkan ke MPW. Paling tidak dua bulan sekali," kata Embay.

Di tempat yang sama, Ketua BPPH PP DKI Jakarta, Tohom Purba, menyampaikan program kerja prioritasnya untuk meningkatkan kesadaran hukum seluruh anggota dan kader Pemuda Pancasila.

"Kita akan melakukan penyuluhan ke tingkat kecamatan (PAC) dengan melibatkan MPC dan ranting-ranting. Dalam penyuluhan itu, kita akan berupaya meningkatkan kesadaran hukum para kader," ujar Tohom.



Photo bersama Rapat Pleno I BPPH Pemuda Pancasila DKI Jakarta di Puri Denpasar Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).


Menurutnya, pemahaman hukum yang baik dapat menghindarkan anggota dan kader Pemuda Pancasila dari perbuatan melanggar hukum.

"Kita akan ubah image Pemuda Pancasila menjadi lebih baik dan intelektual di masyarakat," tandasnya.

Selain itu, lanjut Tohom, BPPH PP DKI Jakarta pun akan meningkatkan jalinan kemitraan dengan sejumlah organisasi atau kelompok praktisi hukum lainnya, seperti HAMI (Himpunan Advokat Muda Indonesia).

Tohom memandang penting masalah kemitraan tersebut, karena BPPH PP sendiri terbuka untuk melayani pendampingan, pembelaan, maupun penyuluhan hukum bagi masyarakat umum, bukan hanya terhadap kader Pemuda Pancasila.

"Rencana ke arah sana sudah semakin mengerucut. Apalagi tadi tokoh HAMI sendiri, Sunan Kalijaga, ikut hadir pada acara Rapat Pleno I BPPH PP DKI Jakarta," kata Tohom.

Pada perbincangan terpisah, Sekretaris BPPH PP DKI Jakarta, Arnol Sinaga, mengikrarkan bahwa lembaga ini akan senantiasa menjaga nama baik organisasi Pemuda Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Bahkan, kami sudah merancang semacam penyuluhan dan pembelaan bagi masyarakat yang memang dinilai pantas dan layak untuk dibela, tanpa pungutan biaya," pungkas Arnol. (MEHA)


T#gs PPkaderpemuda pancasilatohom purba
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments