WahanaNews.co, Jakarta - Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, menegaskan pentingnya menghentikan segala bentuk kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan, khususnya terhadap siswa baru di seluruh sekolah wilayah Jakarta Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sinkronisasi Pendidikan, Sosialisasi, dan Roadshow Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Jakarta Timur yang berlangsung di Aula Lantai IV Kantor Kecamatan Cakung, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga:
FESDIKGANA 2026 Cetak Generasi Tangguh Bencana, Sekko Jaktim Apresiasi Peran BPBD
Dalam kesempatan itu, Kusmanto menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik tanpa adanya intimidasi maupun tindakan yang dapat merugikan kondisi psikologis siswa.
"Kita harapkan tidak ada lagi bullying di seluruh sekolah di Jakarta Timur. Tentunya keberadaan FKKS ini menjadi wadah pemersatu dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan yang beradab dengan tekad menjadikan generasi muda bangsa yang berakhlak mulia," ujar Kusmanto.
Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat di dunia pendidikan, termasuk para akademisi, guru, komite sekolah, dan orang tua, agar terus mengingatkan serta mengedukasi masyarakat mengenai bahaya perundungan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sosial.
Baca Juga:
AKMP dan Biopori Jumbo Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Jakarta Timur
Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan karena tindakan perundungan dapat berdampak serius terhadap kondisi mental korban dan memicu trauma jangka panjang yang memengaruhi perkembangan generasi muda.
Selain membahas pelaksanaan penerimaan murid baru, Kusmanto juga mengajak seluruh satuan pendidikan di Jakarta Timur untuk mendukung program pengelolaan lingkungan melalui gerakan pemilahan sampah dari sumbernya.
Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, sehingga kebiasaan baik dapat tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami meminta agar kepala sekolah dan guru untuk menyosialisasikan pentingnya memilah sampah kepada para murid, sehingga budaya pengelolaan sampah dapat tertanam sejak di bangku sekolah," tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, sekolah, komite sekolah, dan orang tua dalam mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas, transparan, serta mendukung lingkungan sekolah yang aman, bersih, dan berkelanjutan.
[Redaktur: Jupriadi]