WAHANANEWS.CO - Semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri tidak mengenal usia.
Hal itu dibuktikan oleh Bontor Sitio yang berhasil meraih gelar doktor (S3) di usia 54 tahun pada Sidang Terbuka Program Studi Manajemen Program Doktor Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, pada Jumat (24/7/2026).
Baca Juga:
UPH Resmi Buka Fakultas Artificial Intelligence, Gandeng Zhejiang University
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa tekad, kerja keras, dan konsistensi mampu mengantarkan seseorang meraih pendidikan tertinggi.
Bagi Dr. Bontor Sitio, SP., MBA, pendidikan merupakan investasi yang sangat berharga. Selain meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan, pendidikan juga membuka peluang untuk memperluas pengalaman serta membangun jaringan yang menjadi modal penting dalam mengembangkan karier maupun kehidupan sosial.
Menurutnya, program doktor merupakan jenjang pendidikan tertinggi yang memiliki tantangan jauh lebih besar dibandingkan pendidikan sarjana maupun magister. Seorang kandidat doktor tidak hanya dituntut menyelesaikan seluruh proses perkuliahan, tetapi juga harus menghasilkan disertasi yang memiliki unsur kebaruan (novelty) sebagai kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Baca Juga:
Gelar Rapat Perdana, Punguan Sitio Boru Bere Sedunia Bahas Agenda Program Prioritas
"Meraih gelar doktor bukanlah perjalanan yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, disiplin, serta pengorbanan yang tidak sedikit. Setiap orang tentu memiliki pengalaman yang berbeda, tetapi saya yakin semua sepakat bahwa prosesnya penuh tantangan," ujarnya.
Bontor mengungkapkan, keputusan untuk melanjutkan studi doktor sempat diwarnai keraguan. Saat itu ia masih aktif bekerja dan khawatir tidak mampu membagi waktu antara tanggung jawab di kantor dengan tuntutan akademik.
Namun, keinginan untuk terus meningkatkan kapasitas diri serta memberikan teladan bagi anak-anak, keluarga, dan generasi muda Sitio menjadi motivasi yang menguatkan langkahnya.
"Motivasi terbesar saya adalah ingin terus berkembang sekaligus menginspirasi anak-anak, keluarga, dan generasi Sitio agar memiliki semangat yang sama dalam menempuh pendidikan," katanya.
Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Bontor resmi menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasi berjudul "Pengaruh Digital Transformation terhadap Branch Performance: Peran Mediasi Digital Banking Risk Capability, Leadership Capability, Ecosystem of Digital Banking melalui Strategic Capability dan Strategy Execution pada Kantor Cabang Bank di Indonesia."
Ia mengaku bangga atas pencapaian tersebut dan berharap keberhasilannya dapat menjadi inspirasi bagi keluarga besar Sitio, khususnya generasi muda, untuk terus mengejar pendidikan setinggi mungkin.
"Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berhasil. Yang terpenting adalah memiliki kemauan, tekad, serta tidak mudah menyerah. Saya berharap pencapaian ini dapat memotivasi generasi muda Sitio agar terus belajar dan berani bermimpi besar," tutur Bontor.
Bontor menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menimba ilmu. Selama masih memiliki semangat dan kemauan, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk meraih pendidikan tertinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, maupun bangsa.