WAHANANEWS.CO - Mundurnya Jonatan (15), siswa asal Kota Parepare, dari Sekolah Cendekia Merah Putih (SCMP) Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah ia mendapat informasi bahwa aktivitas belajar mengajar di SCMP nantinya akan menerapkan konsep religi islam, sementara Jonatan nonmuslim, mendapat tanggapan dari Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI).
Benyamin Patondok Sekretaris Jenderal PIKI yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) mengungkapkan bahwa pengeloaan sekolah yang dibiayai anggaran negara harus menjadi milik semua golongan. Seluruh warga negara dari golongan maupun agama apa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan.
Baca Juga:
HUT ke-17 GEKIRA, Ketum Nikson Serukan 5 Pesan Kebangsaan Kawal Pemerintahan Presiden Prabowo
“Pengeloaan sekolah yang bersumber dari anggaran negeri harus menjadi milik semua golongan. Artinya semua warga negara entah itu dari golongan maupun agama apa pun harus memiliki kesempatan yang sama,” tegas Benyamin menanggapi polemik ini di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia kembali mengingatkan terutama dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, para pahlawan kemerdekaan RI dulu mengorbankan, memperjuangkan kemerdekaan bukan hanya satu kelompok atau satu golongan, tetapi semua golongan, etnis, dan agama.
“Semua kelompok dan golongan mulai dari suku, agama ikut memperjuangkan kemerdekaan ini. Kita harus belajar dari sini semua,” ungkapnya.
Benyamin juga mengingatkan bahwa jika negara mau maju dan hebat, siapapun pemimpin di bangsa ini harus memimpin semua bangsa, suku, agama di Indonesia. Semua suku bangsa.
Baca Juga:
GEKIRA Papua Berikan Paket Sembako kepada 100 Petugas Kebersihan di Kota Jayapura
“Tidak boleh ada diskriminasi. Mau agama islam, mau suku apa, tidak boleh ada diskriminasi. Nah, kalau Indonesia ini mau maju, mau hebat, ya harus memimpin itu semua,” ujar Benyamin.
Ia menembahkan SCMP ini ada di Sulawesi Selatan, artinya gubernurnya harus gubernur untuk semua suku bangsa, gubernur untuk semua anak bangsa, suku apapun, agama apapun.
“Tidak boleh program yang dibiayai oleh negara itu diskriminasi untuk satu kelompok saja. Itu untuk semua golongan,” pungkasnya.
Seputar SCMP Sulsel
Awalnya, Jonathan mendaftar ke SCMP karena mendapat informasi bahwa sekolah tersebut membuka peluang lebih besar bagi siswanya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dunia, termasuk Oxford University, Inggris, tempat cita-cita Jonathan melanjutkan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merancang SCMP sebagai sekolah unggulan.
Siswa yang diterima merupakan peserta didik berprestasi hasil seleksi dari seluruh sekolah di Sulawesi Selatan.
Sekolah ini mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan Cambridge Curriculum untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Selain jenjang SMA, SCMP juga menerima siswa untuk jenjang SMP.
SCMP berlokasi di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar. Sebanyak 74 siswa diterima pada tahun ajaran 2026/2027.
Jonathan menempati peringkat kedua dalam hasil seleksi yang berlangsung pada 4 hingga 12 Juli 2026. Setelah mengundurkan diri, Jonathan memilih melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Parepare.