WAHANANEWS.CO, Batam - Proyek PLTS KDKMP di Pulau Sembur diproyeksikan menjadi model pengembangan listrik desa berbasis koperasi yang dapat direplikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Skema ini menempatkan koperasi sebagai pengelola utama energi, sehingga masyarakat memiliki peran langsung dalam pengelolaan listrik desa.
Baca Juga:
Jangkau 3T, ALPERKLINAS Dorong Daerah Tiru Program PLTS Koperasi Merah Putih Kolaborasi dengan Kemenkop-Pertamina di Pulau Sembur
Kerja sama antara Pertamina NRE dan Kementerian Koperasi dan UKM ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan pembangkit listrik desa berbasis koperasi.
Pemerintah berharap, model tersebut dapat mempercepat kemandirian energi desa sekaligus mendukung target transisi energi nasional.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa pendekatan ini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur.
Baca Juga:
Akses Sulit Tak Jadi Hambatan, Operasi Udara Perkuat Listrik Desa Aceh
“Pertamina tidak hanya membangun pembangkit, tetapi juga membangun ekosistem. Melalui PLTS yang dikelola koperasi, energi bersih diharapkan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya, dikutip Senin (22/12/2025).
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menilai integrasi listrik desa dan koperasi merupakan strategi berkelanjutan.
“Model ini diharapkan bisa direplikasi di banyak desa, khususnya wilayah 3T, agar masyarakat memiliki kemandirian energi sekaligus peningkatan pendapatan,” kata Ferry.
Warga Pulau Sembur berharap pengelolaan listrik desa berbasis koperasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang.
“Semoga listrik ini bisa kami kelola dengan baik dan benar-benar membantu ekonomi masyarakat,” ujar Karzaman.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]