WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan jalur kedua transmisi Arun–Bireuen sebagai bagian dari penguatan ketahanan sistem kelistrikan Aceh pascabencana banjir dan longsor.
Kehadiran jalur alternatif ini melengkapi jaringan transmisi utama yang telah lebih dulu beroperasi, sekaligus menjadi langkah strategis untuk meminimalkan risiko gangguan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Polda Jambi Himbau Hentikan Kekerasan di Sekolah Pasca Viral Insiden di SMK Negeri 3 Tanjab Timur
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengapresiasi upaya PLN yang terus berkomitmen meningkatkan keandalan pasokan listrik, meskipun menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses medan di sejumlah lokasi.
Ia menilai penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat pascabencana.
“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas usaha PLN yang terus memastikan pemulihan kelistrikan di Aceh berjalan dengan baik. Ini sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pemulihan ekonomi daerah,” ujar Fadhlullah.
Baca Juga:
Spirit Perjuangan Pulihnya Sektor Kelistrikan di Aceh
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pengoperasian jalur kedua Arun–Bireuen merupakan wujud komitmen PLN dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih andal dan tangguh terhadap berbagai potensi gangguan.
Menurutnya, arahan pemerintah menjadi dasar bagi PLN untuk memperkuat pasokan dan cadangan listrik di Aceh.
“Arahan pemerintah sangat jelas, kami harus menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih andal guna mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di Aceh,” kata Darmawan, Jumat, 26 Desember 2025.
Ia menjelaskan, jalur kedua Arun–Bireuen melengkapi jaringan transmisi utama Arun–Bireuen dan Langsa–Pangkalan Brandan, sehingga sistem kelistrikan di Aceh kini saling terhubung dan lebih fleksibel.
Dengan konfigurasi tersebut, pasokan listrik dapat dialihkan melalui jalur lain apabila terjadi gangguan pada salah satu lintasan.
“Dengan sistem yang saling terhubung ini, apabila terjadi gangguan pada salah satu jalur, pasokan listrik tetap dapat dialihkan melalui jalur lainnya, sehingga risiko padam dapat ditekan,” tambah Darmawan.
PLN menegaskan proses penormalan dan penguatan sistem kelistrikan di Aceh masih terus dilakukan secara bertahap dan terukur.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan petugas serta masyarakat sekitar.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, PLN optimistis ketahanan sistem kelistrikan Aceh akan terus meningkat.
Keandalan pasokan listrik diharapkan mampu menopang aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]