WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jumlah penduduk dunia yang tidak terafiliasi dengan agama terus meningkat, dengan hampir seperempat populasi global kini masuk dalam kelompok religiously unaffiliated atau tidak memiliki afiliasi keagamaan.
Survei Pew Research Center yang dirilis pada 2025 mencatat sekitar 24,2 persen penduduk dunia masuk dalam kelompok religiously unaffiliated, meningkat dibandingkan sekitar 23 persen pada 2010.
Baca Juga:
Semarakkan Gebyar HUT RI ke-81, Kelurahan Kuta Gambir Berkolaborasi dengan Karang taruna
Kelompok religiously unaffiliated mencakup orang-orang yang dalam survei tidak mengidentifikasi diri dengan suatu agama, termasuk mereka yang menyebut dirinya ateis, agnostik, maupun tidak memiliki agama tertentu.
Pemikiran ateistik sendiri bukan fenomena baru karena akar pemikirannya dapat ditelusuri setidaknya hingga abad ke-6 sebelum Masehi.
Namun, ateisme sebagai gerakan intelektual sekaligus identitas sosial dalam skala luas baru berkembang secara signifikan sejak Zaman Pencerahan pada abad ke-17 dan ke-18.
Baca Juga:
VOPUTSI Juara 1 Turnamen Volly HIPPTIS CUP ll
Perkembangan ateisme dan masyarakat tanpa afiliasi agama umumnya dikaitkan dengan meningkatnya tingkat pendidikan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan sosial yang membuat sebagian masyarakat semakin mengandalkan penjelasan rasional dan empiris dalam memahami berbagai fenomena.
Proses sekularisasi atau pemisahan agama dari institusi publik juga ikut mengubah posisi agama dalam kehidupan masyarakat di sejumlah negara.
Dalam masyarakat yang mengalami sekularisasi kuat, agama tidak lagi menempati posisi sentral dalam kehidupan sosial dan institusi publik sebagaimana terjadi pada periode sebelumnya.
Selain perkembangan sekularisme, berbagai skandal yang terjadi di lingkungan institusi maupun rumah ibadah juga disebut sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong sebagian masyarakat meninggalkan afiliasi keagamaan.
Tingkat masyarakat tanpa afiliasi agama sangat bervariasi antara satu negara dengan negara lainnya karena dipengaruhi sejarah, kebudayaan, sistem politik, pendidikan, hingga perkembangan sosial masing-masing wilayah.
Sejumlah negara seperti Republik Ceko dan Jepang tercatat memiliki proporsi masyarakat tanpa afiliasi agama yang tinggi, sementara agama tetap memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat di banyak negara lainnya.
Berdasarkan data Pew Research Center's Religious Composition by Country yang dipublikasikan pada 2022 sebagaimana digunakan dalam data sumber, berikut 10 negara dan wilayah dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama tertinggi.
1. Republik Ceko
Republik Ceko berada pada posisi pertama dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama mencapai 78,4 persen.
Angka tersebut menempatkan Republik Ceko sebagai negara dengan proporsi penduduk dalam kategori tersebut paling tinggi pada daftar ini.
2. Korea Utara
Korea Utara menempati posisi kedua dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama sebesar 71,3 persen.
Dengan angka tersebut, lebih dari tujuh dari setiap 10 penduduk Korea Utara dalam data sumber ditempatkan pada kategori tersebut.
3. Estonia
Estonia berada di posisi ketiga dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama mencapai 60,2 persen.
Angka tersebut menunjukkan sekitar enam dari setiap 10 penduduk Estonia dalam data sumber masuk dalam kategori tersebut.
4. Jepang
Jepang menempati urutan keempat dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama sebesar 60 persen.
Persentase tersebut membuat Jepang menjadi salah satu negara Asia dengan proporsi penduduk dalam kategori tersebut tertinggi pada daftar ini.
5. Hong Kong
Hong Kong berada di posisi kelima dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama mencapai 54,7 persen.
Angka tersebut menunjukkan lebih dari separuh populasi Hong Kong dalam data sumber ditempatkan dalam kategori tersebut.
6. China
China menempati posisi keenam dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama sebesar 51,8 persen.
Dengan persentase tersebut, lebih dari separuh penduduk China dalam data sumber termasuk kategori ateis atau tidak terafiliasi dengan agama.
7. Korea Selatan
Korea Selatan berada pada peringkat ketujuh dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama mencapai 46,6 persen.
Angka tersebut memperlihatkan hampir separuh populasi Korea Selatan dalam data sumber ditempatkan dalam kelompok tersebut.
8. Latvia
Latvia menduduki posisi kedelapan dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama sebesar 45,3 persen.
Proporsi tersebut menempatkan Latvia sebagai salah satu negara Eropa dengan persentase masyarakat dalam kategori tersebut yang relatif tinggi.
9. Belanda
Belanda berada pada posisi kesembilan dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama mencapai 44,3 persen.
Angka tersebut menunjukkan lebih dari empat dari setiap 10 penduduk Belanda dalam data sumber ditempatkan dalam kategori tersebut.
10. Uruguay
Uruguay melengkapi daftar 10 besar dengan persentase populasi yang dikategorikan ateis atau tanpa afiliasi agama sebesar 41,5 persen.
Uruguay sekaligus menjadi negara Amerika Selatan dengan posisi tertinggi dalam daftar 10 negara dan wilayah tersebut.
Perbedaan tingkat afiliasi keagamaan di berbagai negara menunjukkan bahwa hubungan masyarakat dengan agama sangat dipengaruhi kondisi sejarah, budaya, politik, pendidikan, serta perubahan sosial yang berlangsung di masing-masing wilayah.
Data tersebut juga memperlihatkan bahwa meningkatnya jumlah masyarakat tanpa afiliasi agama merupakan fenomena global, meskipun tingkat dan karakteristiknya berbeda secara signifikan antara satu negara dengan negara lainnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]