WAHANANEWS.CO, Jakarta - Semangat berolahraga di pusat kebugaran kerap membuncah di awal.
Banyak orang rela merogoh kocek cukup dalam untuk membeli keanggotaan gym, melengkapi diri dengan perlengkapan olahraga baru, hingga membagikan momen latihan perdana di media sosial. Targetnya satu: mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan ideal.
Baca Juga:
Pernyataan Blunder Menkeu Baru dan Harapan Pertumbuhan Ekonomi 6–8 Persen: Permintaan Maaf Kita Terima
Namun, seiring berjalannya waktu satu hingga dua bulan kemudian hasil yang diharapkan tak kunjung terlihat.
Massa otot tak bertambah signifikan, lemak tubuh sulit berkurang, bahkan sebagian orang justru sering mengeluhkan nyeri otot berkepanjangan atau cedera.
Kondisi tersebut tak jarang membuat semangat memudar dan keinginan untuk kembali ke pola hidup sedentari pun muncul.
Baca Juga:
Kesalahan Pemula: Langsung ke Gym Tanpa Persiapan Bisa Berisiko Serius
Padahal, kegagalan mencapai hasil optimal tidak selalu disebabkan oleh kurangnya usaha.
Bisa jadi, terdapat sejumlah kesalahan kecil yang kerap dianggap sepele, namun justru berdampak besar terhadap progres latihan.
Berikut tujuh blunder yang paling sering dilakukan oleh para pemula, bahkan juga dialami oleh mereka yang sudah cukup lama rutin berlatih di gym.
Pertama, mengangkat beban terlalu berat tanpa menguasai teknik yang benar.
Gengsi sering kali menjadi pemicu utama. Melihat orang lain mampu mengangkat beban besar, seseorang terdorong untuk meniru tanpa mempertimbangkan kemampuan dan teknik gerakan.
Padahal, penggunaan beban berlebih dengan postur yang keliru tidak akan melatih otot secara efektif, melainkan meningkatkan risiko cedera pada sendi dan tulang belakang.
Dalam dunia kebugaran, teknik yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar angka beban.
Kedua, melewatkan pemanasan dan pendinginan.
Keterbatasan waktu membuat sebagian orang langsung memulai latihan inti begitu tiba di gym, lalu segera pulang setelah selesai.
Padahal, pemanasan berfungsi menyiapkan otot dan sendi agar siap bekerja, sementara pendinginan membantu tubuh kembali ke kondisi normal.
Mengabaikan dua tahapan ini dapat menyebabkan otot kaku, nyeri berlebih, hingga cedera.
Ketiga, berlatih tanpa hari istirahat.
Semangat berolahraga setiap hari memang patut diapresiasi. Namun, latihan tanpa jeda justru dapat berdampak buruk.
Otot membutuhkan waktu istirahat untuk pulih dan berkembang.
Tanpa waktu pemulihan yang cukup, tubuh berisiko mengalami overtraining yang ditandai dengan penurunan performa, kelelahan berkepanjangan, dan daya tahan tubuh yang melemah.
Keempat, mengabaikan asupan nutrisi.
Masih banyak anggapan bahwa hasil latihan hanya ditentukan oleh seberapa keras seseorang berolahraga.
Padahal, pola makan memegang peranan sangat besar. Tubuh membutuhkan energi sebelum latihan serta protein dan nutrisi lain setelah latihan untuk memperbaiki dan membangun jaringan otot.
Tanpa asupan yang seimbang, hasil latihan tidak akan maksimal.
Kelima, kurang memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Di tengah fokus berlatih, minum air sering kali terlupakan. Padahal, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.
Dehidrasi, meski ringan, dapat menurunkan performa latihan, memicu kram otot, hingga menyebabkan pusing dan gangguan konsentrasi.
Asupan cairan yang cukup sebelum, selama, dan setelah latihan menjadi hal yang sangat penting.
Keenam, terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.
Tekanan mental kerap muncul ketika melihat orang lain memiliki bentuk tubuh atau kemampuan angkat yang lebih baik.
Sikap ini dapat memicu rasa minder dan mendorong seseorang untuk memaksakan diri di luar batas kemampuannya.
Setiap individu memiliki kondisi fisik dan proses perkembangan yang berbeda, sehingga fokus pada progres pribadi jauh lebih sehat dan aman.
Ketujuh, berlatih tanpa rencana yang jelas.
Datang ke gym hanya bermodalkan niat tanpa program latihan sering membuat sesi olahraga tidak terarah.
Akibatnya, latihan menjadi kurang efektif, mudah membosankan, dan sulit menghasilkan kemajuan yang konsisten.
Penyusunan program latihan sederhana dapat membantu memastikan setiap sesi latihan memiliki tujuan yang jelas dan terukur.
Dengan menghindari berbagai kesalahan tersebut, upaya yang telah dilakukan di gym diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal, aman, dan berkelanjutan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]