WahanaNews.co | Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF) hingga saat ini belum juga membalas surat protes yang dilayangkan oleh PSSI.
Sementara itu kabar Indonesia hendak meninggalkan AFF dan bergabung ke Federasi Sepakbola Asia Timur (EAFF) terus berkembang.
Baca Juga:
Bikin Sakit Hati! Ini Alasan Indonesia U-19 Gugur Meski Menang Besar
Apalagi kinerja AFF membuat sepakbola di negara ASEAN tak berkembang.
Belum lagi kecurangan dan ketidaktegasan AFF patut dipertanyakan.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, mengakui, sejak melayangkan surat protes pada 13 Juli lalu, hingga saat ini belum juga ada balasannya.
Baca Juga:
Piala AFF U-19 2022: Thailand dan Vietnam Bisa Main Mata Demi Menyingkirkan Indonesia
"Belum. Saya minta, mungkin minggu ini akan dibalas. Saya minta cepat apa yang mau dijawab sehingga kami tahu apa tanggapan mereka terkait pertandingan Thailand lawan Vietnam (di Piala AFF U-19 2022) kemarin. Nanti kita lihat apakah pantas? Kita main begitu saja di ASEAN, tidak maju-maju," kata Iwan Bule, sapaan akrabnya, dalam launching dan jumpa pers Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (23/7/2022).
Efek dari "dicurangi" Thailand dan Vietnam, warganet sempat meminta PSSI untuk keluar dari AFF dan pindah ke fedarasi regional lain seperti EAFF.
Soal keluar dari AFF, Iwan Bule menyatakan PSSI harus terlebih dulu mengkaji rencana tersebut.
Membuat keputusan untuk bergabung ke EAFF tidak bisa serta merta bisa cepat.
PSSI harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan meninggalkan AFF dan bergabung ke EAFF.
"Namun, kami berterima kasih kepada netizen, suporter, penggemar timnas, dan semuanya atas kecintaan kepada timnas. Itu atas kecintaan pada saat timnas ada satu hal yang tidak pas maka mereka mengusulkan keluar dari AFF untuk gabung Asia Timur. Jadi sekali lagi kita harus timbang-timbang dan mengkajinya," tutur dia.
Untuk membuat keputusan keluar dari AFF, Iwan Bule menjelaskan, pihaknya harus menggelar rapat besar Exco dan mengundang pakar untuk berdiskusi untung dan rugi keluar dari AFF.
"Jadi sekali lagi terima kasih kepada suporter. Netizen yang begitu atensi, sayangnya kepada timnas kita sehingga merasa memiliki, 'oh gara-gara ini kita pindah saja'. Ini wajar ya untuk bisa berpendapat demikian di era demokrasi ini," tutur dia.
Diketahui dalam ajang Piala AFF U19 2022, diduga laga Vietnam vs Thailand melakukan match fixing atau kecurangan.
Skor imbang 1-1 yang menjadi hasil akhir laga Vietnam vs Thailand pada matchday pamungkas Grup A Piala AFF U19 2022, Minggu (10/7/2022), memang berimbas pada kegagalan Indonesia lolos ke semifinal.
Hasil sama kuat 1-1 tersebut membuat Vietnam dan Thailand finis di urutan pertama dan kedua klasemen akhir Grup A Piala AFF U19 2022.
Mereka unggul head-to-head atas Indonesia yang menempati peringkat ketiga.
Kemenangan telak 5-1 yang dibukukan Indonesia atas Myanmar pada saat bersamaan pun terasa sia-sia.
Kemenangan tersebut tidak cukup bagi timnas U19 Indonesia untuk lolos ke semifinal meski punya produktivitas gol lebih banyak atas Vietnam dan Thailand.
Terkait hasil pertandingan Vietnam vs Thailand di Piala AFF U19 2022, para petinggi PSSI mengadakan rapat tertutup pada Senin (11/7/2022).
Hasilnya, PSSI mencium adanya praktik pengaturan skor alias match fixing pada pertandingan Vietnam vs Thailand.
Secara garis besar, PSSI menilai Vietnam dan Thailand sengaja bermain imbang 1-1 untuk menyingkirkan timnas U19 Indonesia.
Oleh sebab itu, PSSI berinisiatif mengajukan nota protes ke AFF soal dugaan match fixing dalam laga Vietnam vs Thailand.
Namun, sampai saat ini, AFF belum menggubris surat protes yang telah dikirimkan. [gun]