WahanaNews.co | Sepertinya mantan Wakil Wali Kota Sibolga, Afifi Lubis juga turut prihatin atas rencana alih fungsi Stadion Horas menjadi alun-alun dan pusat bisnis.
Pada laman akun facebook miliknya, Sekjen PB PON XXI ini memposting foto foto Stadion Horas disertai foto tim Persebsi Sibolga.
Baca Juga:
Wali Kota Sibolga Beri Peringatan Bagi Seluruh Bawahannya.
Postingan yang dibuat pada tanggal 23 April 2023, dengan caption "PERSEBSI Sibolga, Riwayatmu duluuuu", mengundang komentar dari ratusan netizen. Kesemuanya mengaku prihatin. Termasuk keprihatinan tentang kondisi Persebsi yang terkesan mati suri.
Komentar tidak hanya datang dari warga Kota Sibolga. Namun juga berasal dari sejumlah pemerhati olahraga yang bermukim di Kota Medan, Jakarta, Bandung, dan lainnya. Kesemuanya, mengaku prihatin dengan rencana alih fungs Stadion Horas Sibolga, menjadi alun-alun.
Salah satunya, Badiaraja Manurung. Legenda PSMS Medan dan Mercu Buana ini mengaku jika Stadion Horas Sibolga memiliki sejarah tersendiri baginya. Dalam komentarnya, Badiaraja mengaku sangat prihatin dengan rencana Pemko Sibolga. Dia mengaku Stadion Horas Sibolga mempunyai sejarah tersendiri baginya sebagai pesepakbola. Ia pernah merumput di Stadion Horas saat memperkuat POPSI Medan dan PS Mercu Buana.
Baca Juga:
Gubsu Diminta Tidak Realisasikan Dana BKP Untuk Alih Fungsi Stadion Horas Sibolga
"Pokoknya, para penonton di kota Sibolga sangat sportif. Mana klub yang bermain bagus dan sportif, klub itu yang didukungnya," tulis Badiaraja Manurung, mengenang
masa-masa saat ia merumput di Stadion Horas.
Tidak hanya prihatin dengan rencana alih fungsi, mantan pemain PSMS era tahun 80-an yang juga pernah memperkuat Timnas Indonesia ini, juga menyesalkan tidak adanya lagi muncul pemain sepakbola ternama dari kota Sibolga dalam kurun waktu belakangan ini.
"Kalaulah stadion tak ada lagi di Kota Sibolga, mungkin tak ada lagi muncul Mahyadi-Mahyadi yang lain," cuit Badiaraja.
Badiaraja juga mengenang saat sebelum menjadi Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan, beberapa tahun lalu pernah menggelar turnamen sepakbola berkelas nasional.
"Masih ingat, ada tournament sepakbola piala PT ASSA yang dimotori Pak Jamal. Beberapa klub nasional yang ikut dalam tournament itu. Tapi, kenapa sekarang ada niatan mau dialihfungsikan," cecar Badiaraja.
Para pesepakbola dan mantan pengurus Persebsi serta sejumlah pesepakbola dari berbagai klub juga mengomentari betapa prihatinnya mereka dengan rencana alih fungsi daj kondisi persepakbolaan di Kota Sibolga saat ini.
Menurut mereka, walaupun Sibolga kota kecil, namun beberapa pemain nasional pernah merumput di Stadion Horas. Beberapa diantaranya, alm Nobon, Kayamuddin, Rony Paslah, Sucipto Suntori, Jairo Matos, serta sejumlah pemain lainnya.
Sebagaimana diketahui, Komunitas Peduli Stadion Horas Sibolga menyurati Gubsu Edy Rahmayadi, mengusulkan agar tidak mencairkan dana Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), yang diplot untuk alih fungsi Stadion Horas.
Menurut mereka, rencana alih fungsi Stadion Horas melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022, Tentang Sarana dan Prasarana Olahraga. Warga Sibolga juga mengumpulkan ratusan tanda tangan dan KTP, sebagai bentuk protes rencana alig fungsi stadion. [tum]