WAHANANEWS.CO, Jakarta – Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, kembali mengharumkan nama bangsa di pentas tenis dunia setelah sukses menjuarai nomor ganda Mubadala Citi DC Open 2026.
Berpasangan dengan petenis asal Selandia Baru, Erin Routliffe, Aldila memastikan gelar juara usai mengalahkan pasangan Andreja Klepac (Slovenia) dan Makoto Ninomiya (Jepang) pada partai final yang berlangsung di Washington, Amerika Serikat, Minggu (2/8/2026).
Baca Juga:
Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar Brisbane International, Kukuhkan Dominasi di Awal Musim 2026
Berdasarkan catatan Women's Tennis Association (WTA), pasangan unggulan kedua tersebut tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan dua set langsung, 6-4 dan 6-1.
Laga final yang digelar di William H. G. Fitzgerald Tennis Center itu berlangsung selama satu jam 12 menit.
Sejak awal pertandingan, Aldila dan Routliffe langsung mengambil inisiatif serangan.
Baca Juga:
Tumbangkan Spanyol, Italia Ukir Rekor Bersejarah Tiga Kali Juara Piala Davis
Keduanya berhasil mematahkan servis lawan pada gim pembuka sehingga mampu mengendalikan jalannya set pertama.
Meski Klepac dan Ninomiya sempat bangkit hingga menyamakan kedudukan menjadi 4-4, Aldila dan Routliffe kembali menunjukkan ketenangannya dengan merebut servis lawan pada gim kesembilan sebelum menutup set pertama dengan skor 6-4.
Memasuki set kedua, duet Indonesia-Selandia Baru tersebut semakin sulit dibendung.
Permainan agresif yang dipadukan dengan koordinasi yang solid membuat mereka mampu mematahkan servis lawan sebanyak tiga kali untuk unggul telak 5-1.
Dominasi itu akhirnya ditutup dengan kemenangan meyakinkan 6-1 sekaligus memastikan gelar juara Mubadala Citi DC Open 2026.
Sebelum laga final berlangsung, Aldila mengaku telah mempelajari permainan Andreja Klepac dan Makoto Ninomiya yang tampil konsisten sepanjang turnamen.
Ia juga menilai pengalaman Klepac sebagai mantan petenis ganda 10 besar dunia menjadi salah satu kekuatan utama yang patut diwaspadai.
Keunggulan Aldila dan Routliffe juga tercermin dari statistik pertandingan.
Berdasarkan data WTA, pasangan tersebut mencatatkan dua ace serta mampu memenangi 69 persen poin dari servis pertama mereka.
Efektivitas permainan keduanya juga terlihat dari keberhasilan memanfaatkan empat dari enam peluang break point yang diperoleh.
Sebaliknya, Klepac dan Ninomiya hanya mampu mengonversi satu dari tiga kesempatan break point yang mereka dapatkan.
Perbedaan efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi salah satu faktor penting yang membawa Aldila dan Routliffe tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.
Gelar di Washington ini semakin mempertegas performa impresif Aldila Sutjiadi sepanjang musim 2026.
Sebelumnya, petenis andalan Indonesia tersebut juga berhasil menjuarai Bad Homburg Open pada akhir Juni, sehingga kemenangan di Mubadala Citi DC Open menjadi gelar WTA 500 keduanya musim ini.
Keberhasilan tersebut menjadi modal berharga bagi Aldila dalam menghadapi rangkaian turnamen lapangan keras di Amerika Serikat.
Selain menambah kepercayaan diri, hasil positif ini juga diharapkan menjadi bekal penting bagi Aldila untuk tampil kompetitif saat menghadapi Grand Slam US Open 2026 dan menjaga tren positifnya di level tertinggi tenis dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]