WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kejutan besar mewarnai ajang Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Bogor Hornbills berhasil mencatatkan sejarah baru dengan memastikan tiket ke babak final setelah menumbangkan Satria Muda Pertamina Bandung pada Game 4 semifinal playoff format Best of Five.
Baca Juga:
Erick Thohir Dorong Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Semarakkan Nobar Piala Dunia 2026
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit di GOR Tangkas, Bogor, Jumat (12/6/2026), Hornbills menang tipis dengan skor 82-79 dan menutup seri dengan keunggulan 3-1.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan klub yang baru bergabung ke kompetisi IBL pada 2022.
Setelah pertama kali menembus babak playoff pada musim 2023, Hornbills kini melangkah lebih jauh dengan mencatatkan debut semifinal sekaligus langsung menembus partai puncak pada musim 2026.
Baca Juga:
Usai Singkirkan Vietnam, Indonesia Kini Hadapi Raksasa Asia di Semifinal
Perjalanan Hornbills menuju final tidak diraih dengan mudah. Mereka terlebih dahulu mencuri kemenangan pada Game 1 yang digelar di Bandung Arena dengan skor 99-93.
Namun, Satria Muda mampu menyamakan kedudukan usai memenangkan Game 2 dengan skor 89-81.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Bogor, Hornbills kemudian bangkit dan meraih dua kemenangan beruntun pada Game 3 dan Game 4 dengan skor masing-masing 93-82 dan 82-79.
Kesuksesan Hornbills musim ini tidak lepas dari sentuhan pelatih kepala Cesar Camara Perez.
Pelatih asal Spanyol tersebut menjalani musim pertamanya sebagai head coach di IBL setelah musim lalu berstatus asisten pelatih Satria Muda.
Menariknya, Cesar juga sukses meraih penghargaan IBL Coach of The Year 2026.
"Bangga dengan pemain saya, mereka semua pantas mencapai kesuksesan ini, tetapi pekerjaan belum selesai karena kami harus mempersiapkan diri menuju Final," kata Coach Cesar dilansir laman IBL.
Pada pertandingan penentuan tersebut, Kaleb Wesson tampil dominan dengan mencatatkan double-double berkat torehan 20 poin dan 11 rebound.
Kontribusi besar juga diberikan Stephaun Branch yang membukukan 17 poin, 11 rebound, dan 8 assist.
Sementara Travin Thibodeaux hampir mencetak triple-double setelah mengemas 16 poin, 9 rebound, dan 8 assist.
Meski sempat unggul cukup nyaman, Hornbills harus menghadapi tekanan hebat dari Satria Muda pada lima menit terakhir kuarter keempat.
Tim tamu berhasil memangkas selisih sembilan angka menjadi hanya tiga poin dalam waktu kurang dari dua menit, membuat laga berlangsung semakin menegangkan.
Drama semakin memuncak ketika Giorgi Bezhanishvili sukses mencetak tembakan tiga angka pada sisa waktu 22 detik sehingga Satria Muda hanya tertinggal satu poin dalam kedudukan 79-80. Namun ketenangan Hornbills tetap terjaga.
Pada 17 detik terakhir, Kaleb Wesson berhasil memancing pelanggaran dan menyempurnakan dua tembakan bebas untuk membawa timnya unggul 82-79.
Satria Muda masih memiliki kesempatan pada penguasaan bola terakhir. Namun upaya Niven Glover melalui tembakan tiga angka gagal menemui sasaran sehingga memastikan kemenangan sekaligus kelolosan Hornbills ke partai final.
"Sejarah sudah tercipta, dan kami yang menciptakan sejarah itu, kami percaya konsistensi akan membuat kami bisa mencapai kesuksesan," ujar Thibodeaux.
Dari kubu Satria Muda, Abraham Damar Grahita menjadi pencetak angka terbanyak dengan 22 poin.
Ia mendapat dukungan dari Giorgi Bezhanishvili yang menyumbang 15 poin, Jalen Jones 14 poin, Yudha Saputera 13 poin, dan Niven Glover 12 poin.
Kekalahan ini sekaligus menorehkan catatan tersendiri bagi Satria Muda. Mereka menjadi tim pertama yang tersingkir dalam format Best of Five yang untuk pertama kalinya diterapkan pada babak playoff IBL.
Dengan keberhasilan ini, Bogor Hornbills tinggal menunggu lawan di partai final. Mereka akan menghadapi pemenang duel antara Dewa United Banten dan Pelita Jaya Basketball Jakarta.
Hingga saat ini, Pelita Jaya masih unggul sementara dengan skor seri 2-1 dan berpeluang menjadi lawan Hornbills dalam perebutan gelar juara IBL 2026.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]