WAHANANEWS.CO, Jakarta - Petenis muda Amerika Serikat, Ben Shelton, sukses meraih gelar juara turnamen BMW Open 2026 setelah menundukkan Flavio Cobolli pada partai final yang berlangsung Minggu, 19 April 2026.
Dalam pertandingan yang digelar di MTTC Iphitos, Munich, Jerman, Shelton tampil solid dan menang straight set dengan skor 6-2, 7-5.
Baca Juga:
Tumbangkan Spanyol, Italia Ukir Rekor Bersejarah Tiga Kali Juara Piala Davis
Gelar ini menjadi pencapaian penting bagi Shelton karena merupakan trofi kelima sepanjang kariernya di level ATP Tour.
Menariknya, ini juga menjadi gelar keduanya di lapangan tanah liat, setelah sebelumnya ia berjaya di Houston pada 2024.
Keberhasilan ini sekaligus menandai kebangkitan Shelton setelah musim lalu harus puas menjadi runner-up usai kalah dari Alexander Zverev di final Munich.
Baca Juga:
Sinner Pertahankan Gelar ATP Finals dan Tutup Musim dengan Rekor Fantastis
Dalam pertandingan puncak tersebut, Shelton langsung menunjukkan agresivitas sejak awal laga.
Ia berhasil mematahkan servis Cobolli di gim pertama dan mampu menjaga keunggulan dengan permainan servis yang konsisten.
Bahkan, ia sukses menyelamatkan enam peluang break point pada gim servis pertamanya, yang menjadi kunci penting dalam mengontrol jalannya pertandingan.
"Saya memulai laga dengan level sangat tinggi seperti sebelumnya melawannya. Tantangannya menjaga level saat permainan lawan mulai meningkat,” ujar Shelton usai pertandingan.
"Saya mampu melakukannya di set kedua dan bermain sangat baik. Saya puas dengan penampilan saya pekan ini dan usaha yang kami lakukan bersama tim,” katanya.
Cobolli, yang sebelumnya tampil impresif dengan menyingkirkan Zverev di semifinal, sempat memberikan perlawanan lebih ketat pada set kedua.
Namun, kekuatan servis Shelton yang konsisten membuat lawannya kesulitan menciptakan tekanan berarti hingga pertandingan berakhir dalam durasi 90 menit.
Keberhasilan ini juga mengukir sejarah tersendiri bagi Shelton.
Ia menjadi petenis Amerika pertama yang mampu menjuarai turnamen lapangan tanah liat di atas level ATP 250 sejak tahun 2002, mengikuti jejak Andre Agassi yang kala itu menjadi juara di Roma.
Selain itu, Shelton kini tercatat sebagai petenis pria Amerika pertama yang mengoleksi tiga gelar ATP 500 sejak format tersebut diperkenalkan pada 2009.
Dengan pencapaian tersebut, petenis berusia 23 tahun itu kini sejajar dengan legenda seperti Agassi dan Andy Roddick dalam daftar elit tenis Amerika.
Dampak dari kemenangan ini juga terasa pada peringkat dunia.
Shelton kini melonjak ke posisi keenam dalam live ranking ATP dan hanya terpaut 30 poin dari petenis Kanada, Felix Auger-Aliassime, yang berada di peringkat kelima.
Peningkatan ini membuka peluang besar bagi Shelton untuk terus menembus papan atas tenis dunia dalam waktu dekat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]