WAHANANEWS.CO, Jakarta - Keindahan panorama alam yang memukau serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga menjadi dua kekuatan utama yang dimiliki Indonesia dalam mengembangkan sport tourism.
Kombinasi antara daya tarik wisata dan gairah olahraga ini menjadi modal strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis kegiatan olahraga.
Baca Juga:
3.000 Peserta Ramaikan Lari 10K di Festival Pesona Jatigede Bersama Wamendagri
Potensi tersebut semakin besar ketika didukung infrastruktur yang memadai, mulai dari fasilitas latihan, stadion, hingga layanan kesehatan berstandar internasional.
Salah satu daerah yang memiliki kelengkapan tersebut adalah Bali.
Pulau Dewata tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga mulai diperhitungkan sebagai pusat kegiatan olahraga internasional.
Baca Juga:
IFSC World Cup Panjat Tebing 2025 Digelar di Bali, Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah
Dari sisi fasilitas, Bali memiliki Bali United Training Center di Gianyar, yang merupakan pusat pelatihan milik Bali United FC.
Kompleks ini menjadi salah satu lokasi pemusatan latihan yang ideal bagi klub sepakbola profesional.
Berlokasi di kawasan pesisir, fasilitas ini menawarkan pemandangan pantai yang indah sehingga menciptakan suasana latihan yang berbeda, segar, dan jauh dari kesan monoton.
Bali United Training Center berdiri di atas lahan hampir 31 hektar dan dilengkapi sembilan lapangan berstandar internasional.
Fasilitas tersebut menjadikannya salah satu pusat pelatihan sepakbola terlengkap di Indonesia.
Tak mengherankan jika dua klub besar asal Korea Selatan, Pohang Steelers yang berlaga di K-League 1 serta Jeonbuk Reserves yang berkompetisi di divisi ketiga, memilih Bali sebagai lokasi pemusatan latihan mereka sejak 13 Januari hingga 2 Februari lalu.
Pelatih kepala Pohang Steelers, Tae-ha Park, menyampaikan kepuasannya setelah tiga pekan menjalani latihan intensif di fasilitas tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa sebelum menentukan lokasi, timnya terlebih dahulu melakukan survei dan perbandingan dengan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara.
“Kami sebelum melakukan latihan di sini telah melakukan sejumlah inspeksi di beberapa negara yaitu Thailand, Vietnam dan juga Indonesia. Setelah melihat dan membandingkan kami memutuskan untuk berlatih di Indonesia dan berpeluang di tahun-tahun berikutnya akan memprioritaskan Bali United Training Center sebagai tujuan untuk kami melakukan pemusatan latihan,” jelas Coach Tae-ha.
Selain fasilitas olahraga yang mumpuni, Bali juga didukung layanan kesehatan modern yang mampu menunjang kebutuhan atlet profesional.
Di kawasan Sanur terdapat Bali International Hospital (BIH) yang menghadirkan pelayanan medis berstandar internasional.
Kehadiran rumah sakit ini menjadi nilai tambah tersendiri, karena atlet yang mengalami cedera saat latihan maupun pertandingan dapat memperoleh penanganan medis secara optimal dan cepat.
Pengembangan sport tourism juga sejalan dengan program strategis pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora).
Pemerintah menilai sektor ini mampu menjadi salah satu penggerak roda ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan citra Indonesia sebagai tuan rumah kegiatan olahraga internasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk memperkuat wisata olahraga melalui pemetaan potensi cabang olahraga unggulan di setiap daerah.
Menurutnya, kekayaan alam Indonesia tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai arena berbagai kegiatan olahraga.
“Jika kita bicara mengenai sport tourism, Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa. Selama ini kita dikenal dengan kekayaan alam sebagai objek wisata, padahal kondisi alam tersebut juga bisa kita jadikan arena olahraga. Ditambah lagi dengan fasilitas penunjang yang kita punya, seperti tempat pemusatan latihan, stadion dan lapangan sepakbola berkualitas, serta rumah sakit untuk tempat perawatan atlet. Dan ada satu faktor lagi yang membuat kita berpotensi mengawinkan sport dan tourism, yaitu kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga. Mengadakan pertandingan di sini, berarti akan kebanjiran penonton,” pungkas Menpora Erick.
Dengan dukungan fasilitas lengkap, panorama alam yang eksotis, serta antusiasme masyarakat, Bali dan sejumlah daerah lain di Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat sport tourism di kawasan Asia bahkan dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]