WAHANANEWS.CO, Jakarta - Target besar sepakbola Indonesia dipatok tinggi karena Komisi X DPR RI langsung memberi empat catatan krusial kepada pelatih Timnas Indonesia John Herdman agar prestasi tak berhenti pada hasil sesaat.
Disampaikan Komisi X DPR RI, arah pembinaan Timnas harus berfokus pada pembangunan jangka panjang agar Indonesia benar-benar menjadi kekuatan yang diperhitungkan di level dunia.
Baca Juga:
Kandidat Terkuat Pelatih Timnas, John Herdman Disebut Bawa Visi Mirip Shin Tae-yong
Ditekankan sebagai catatan pertama, regenerasi dan pembinaan pemain muda wajib menjadi prioritas utama dalam strategi kepelatihan Timnas.
“Pelatih baru diharapkan mampu memaksimalkan potensi talenta muda Indonesia dan membangun kesinambungan tim nasional, bukan sekadar bergantung pada pemain siap pakai,” kata Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian di Jakarta, Minggu (4/1/2025).
Ditekankan sebagai catatan kedua, proses pemilihan pemain harus dilakukan secara objektif dan adil, baik bagi pemain lokal maupun diaspora yang berkiprah di luar negeri, dengan parameter teknis yang jelas dan transparan.
Baca Juga:
Mundur dari SEA Games 2025, Keputusan Kamboja Berpotensi Ubah Peta Persaingan Indonesia
Dinyatakan sebagai catatan ketiga, sinergi antara Timnas, klub-klub lokal, serta sistem kompetisi nasional menjadi syarat mutlak bagi pencapaian prestasi jangka panjang.
“Tanpa hubungan yang sehat antara Timnas, klub, dan operator liga, prestasi jangka panjang akan sulit dicapai,” tambah politisi Partai Golkar tersebut.
Digarisbawahi sebagai catatan keempat, pencarian bakat secara inklusif hingga ke daerah-daerah harus diperkuat agar potensi sepakbola nasional tidak terpusat pada wilayah tertentu saja.
“Komisi X juga mengingatkan bahwa agenda padat Timnas sepanjang 2026 mulai dari FIFA Match Day hingga Piala AFF, tidak boleh menjebak sepakbola Indonesia pada orientasi hasil instan semata. Evaluasi kinerja pelatih dan tim harus dilakukan secara objektif, berbasis proses, dan berorientasi pada penguatan ekosistem sepakbola nasional,” ungkap Hetifah.
Ditegaskan pada bagian akhir, Komisi X DPR RI mendukung penuh langkah PSSI mendatangkan pelatih dengan reputasi global, namun tetap menuntut akuntabilitas, keberlanjutan pembinaan, dan keberpihakan pada talenta nasional.
“Sepakbola Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemenangan, ia membutuhkan sistem yang kuat, visi jangka panjang, dan komitmen bersama untuk maju secara konsisten,” pungkas anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur tersebut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]