WahanaNews.co | PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengabulkan permintaan Persebaya Surabaya dan tuntutan Bonek terkait revisi jadwal pertandingan Liga 1 2022-2023 yang berlangsung larut malam.
Melalui surat bernomor 345/LIB-KOM/VIII/2022 yang ditandatangani Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, pihak operator merevisi pertandingan kandang Persebaya.
Baca Juga:
Jaksa Hadiri Sidang Praperadilan Kasus Korupsi SPALD-T Batanghari
Laga yang semula digelar di atas pukul 19.00 WIB, diubah menjadi pertandingan sore, yakni pukul 15.30 dan 16.00 WIB.
Keputusan tersebut pun mengikat sampai berakhirnya musim 2022.
Keputusan PT LIB ini kemudian menciptakan pertanyaan baru terkait nasib jadwal tim lainnya.
Baca Juga:
Perwakilan Supporter Kunjungi Tim Pencari Fakta Insiden Kanjuruhan
Sebab, tim-tim lainnya juga punya keresahan serupa.
Media dan Public Relation Manager PT Liga Indonesia Baru, Hanif Marjuni, menerangkan, revisi ini berlaku untuk Persebaya saja.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua laga malam Persebaya dipindahkan ke sore, hanya laga kandang saja.
Sedangkan laga tandang tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang ada.
“Sejauh ini, hanya Persebaya, laga kandang Persebaya ya, bukan tandang,” ujar pria berkacamata itu.
Keputusan ini tidak diambil begitu saja.
Ada proses panjang dengan pemantauan intensif kondisi dan situasi di lapangan.
Ada situasi-situasi yang membuat pihak pengambil keputusan merasa revisi jadwal jadi pilihan yang lebih baik.
Jadi, revisi ini bukan untuk kepentingan klub, namun memang perlu dilakukan untuk kelancaran dan keamanan pertandingan.
“Setelah kami berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga setelah kami melihat Kamtibmas segala macam sekaligus intensif dengan teman-teman Bonek dan Persebaya maka setelah melihat semua risiko semuanya maka bisa kami ajukan jadwal home Persebaya lebih awal sore hari,” tuturnya.
Hanif Marjuni juga meluruskan PT LIB tidak serta-merta mengambil keputusan revisi karena adanya aksi turun ke jalan yang dilakukan Bonek.
Sebab, PT LIB bukan pengambil keputusan tunggal.
Memang, aksi dan suara kekecewaan pendukung Persebaya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan PT LIB.
Namun, di balik suara kecewa tersebut, ada banyak hal yang dipertimbangkan bersama pihak-pihak terkait, seperti keamanan, sponsor, dan broadcaster.
Setelah pihak-pihak terkait memiliki satu suara, barulah revisi jadwal pertandingan bisa dilakukan.
“Paralel ya, bukan karena desakan suporter juga. Tapi juga pertimbangan dari Persebaya sendiri dari klub,” ujar Hanif.
“Semua kami pertimbangkan, semua kami komunikasikan dan setelah melihat perkembangan yang ada maka itu bisa diubah,” imbuhnya.
Ia membuka kemungkinan adanya revisi perubahan jadwal lagi di masa depan.
Sebab, pada dasarnya, PT LIB terbuka untuk hal-hal yang lebih baik.
“Semua melihat perkembangannya, melihat situasi yang terjadi, bagaimana perkembangan di lapangan,“ ungkap Hanif Marjuni.
“Kemudian ketika memutuskan jadwal bukan kepentingan klub aja tapi banyak secara nasional termasuk dengan kepentingan pihak-pihak sponsor dan semuanya,” pungkasnya. [gun]