WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia 2026 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut dinilai tidak hanya menjadi hiburan olahraga kelas internasional, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian, memperkuat sektor pariwisata, serta meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
Baca Juga:
Kutukan Mandalika Belum Usai, Marc Marquez Kembali Alami Kecelakaan di MotoGP 2025
Komitmen tersebut disampaikan dalam peluncuran resmi rangkaian MotoGP Indonesia 2026 yang berlangsung di Kantor InJourney Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Acara peluncuran berlangsung meriah dengan diawali pemukulan gendang beleq, alat musik tradisional khas Nusa Tenggara Barat, yang menjadi simbol dimulainya persiapan menuju perhelatan balap internasional tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir hadir langsung dalam acara tersebut.
Baca Juga:
PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik di MotoGP Mandalika 2025, Dapat Apresiasi dari Menteri hingga Gubernur
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan MotoGP Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir sukses menjadi salah satu agenda olahraga internasional terbesar di Tanah Air.
Menurut Erick, MotoGP memiliki nilai strategis yang jauh melampaui sebuah kompetisi olahraga.
Kehadiran ajang tersebut dinilai mampu memperkuat promosi Indonesia di tingkat global sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi wisata unggulan nasional.
"Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia bukan sekadar olahraga, tetapi momentum untuk memperkuat nation branding Indonesia. Memperkuat posisi The Mandalika, Lombok, dan NTB sebagai destinasi sportainment kelas dunia,” ujar Menpora.
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP dalam beberapa tahun terakhir telah membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan menjadi tuan rumah event internasional dengan standar tinggi.
Selain berjalan profesional, penyelenggaraan MotoGP juga dinilai mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah sekitar.
Data penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025 menunjukkan hasil yang positif.
Jumlah penonton tercatat mencapai 140.324 orang, sementara dampak ekonomi nasional yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp4,96 triliun.
Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi event olahraga internasional terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Manfaat ekonomi juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat NTB. Perputaran ekonomi di daerah tersebut diperkirakan berada pada kisaran Rp2 triliun hingga Rp4 triliun dengan efek berganda (multiplier effect) yang mencapai dua kali lipat.
Selain itu, lebih dari 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlibat dalam penyelenggaraan acara, serta membuka peluang kerja bagi sekitar 3.000 tenaga kerja lokal.
Tak hanya memberikan dampak ekonomi, MotoGP juga berkontribusi dalam penguatan ekosistem olahraga otomotif nasional.
Keberadaan ajang balap dunia ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus motivasi bagi komunitas motorsport, sekolah balap, hingga pembinaan atlet muda Indonesia.
Menpora Erick turut menyoroti perkembangan pembalap Indonesia yang mulai menunjukkan prestasi di level internasional.
Menurutnya, kehadiran MotoGP di Indonesia memberikan inspirasi sekaligus membuka peluang lebih besar bagi talenta muda untuk berkembang dan bersaing di panggung dunia.
Nama-nama seperti Mario Aji dan Veda Ega Pratama menjadi bukti bahwa pembinaan atlet otomotif nasional mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.
Kehadiran mereka di kompetisi internasional diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi generasi muda Indonesia lainnya.
Erick optimistis penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun pembinaan olahraga.
“Pertumbuhan penonton sudah terbukti, dampak ekonomi sudah terbukti, menciptakan talenta juga sudah terbukti,” kata Menpora.
“Nah, tinggal bagaimana kita semua bisa terus meningkatkan, supaya event seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan. Apalagi sport tourism dan prestasi olahraga sudah masuk dalam RPJMN Bapak Presiden,” ujarnya menambahkan.
Menutup pernyataannya, Erick Thohir menegaskan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai ajang olahraga internasional yang diselenggarakan di Indonesia.
“Kami dari Kemenpora sekali lagi sangat senang dan mendukung, dan kalau ada isu apa pun, kami siap membantu,” kata Menpora Erick.
Dengan dukungan penuh pemerintah, MotoGP Indonesia 2026 diharapkan kembali menjadi ajang olahraga kelas dunia yang tidak hanya menyuguhkan persaingan para pembalap terbaik dunia, tetapi juga mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat sport tourism dan destinasi olahraga internasional di kawasan Asia Tenggara.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]