WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pembangunan tahap kedua Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, diproyeksikan membutuhkan anggaran sebesar Rp407.443.200.000.
Kelanjutan pembangunan fasilitas olahraga nasional tersebut mendapat sambutan positif dari National Paralympic Committee (NPC) Indonesia yang menilai proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan olahraga disabilitas di Tanah Air.
Baca Juga:
Punya Fasilitas 'High Class', Menteri PU Optimis SR Nagan Raya Berfungsi untuk Tahun Ajaran Baru
Komitmen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke lokasi proyek pada Senin (15/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody meninjau kesiapan lahan serta mengevaluasi berbagai fasilitas yang telah dibangun pada tahap pertama guna memastikan pembangunan lanjutan dapat berjalan sesuai rencana.
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan yang diberikan Kementerian PU terhadap kebutuhan atlet penyandang disabilitas.
Baca Juga:
Sidak Sekolah Rakyat di Sukoharjo, Menteri Dody Dapat Janji Pekerja Selesaikan Proyek Sesuai Target
Menurutnya, sejumlah fasilitas utama pada tahap pertama telah selesai dibangun, termasuk asrama atlet yang memiliki kapasitas 188 kamar serta lintasan atletik yang kini sudah dapat digunakan untuk mendukung program pembinaan atlet nasional.
"Kami sangat mengapresiasi kedatangan Menteri Pekerjaan Umum, bapak Dody Hanggodo. Kami melihat bahwa beliau sangat berkomitmen terhadap olahraga disabilitas. Beliau sudah berjanji akan menyempurnakan atau memperbaiki apa saja yang kurang, sehingga kebutuhan seperti aksesibilitas untuk olahragawan disabilitas bisa terpenuhi. Kita percaya komitmen beliau untuk menyelesaikan tahap kedua akan segera dilaksanakan," kata Rima Ferdianto.
Rima menjelaskan bahwa PPPI Delingan dirancang menjadi salah satu pusat pelatihan olahraga disabilitas terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Sejumlah fasilitas untuk cabang olahraga seperti para renang dan para judo telah tersedia, sehingga mampu menunjang peningkatan kualitas latihan atlet-atlet nasional yang dipersiapkan menghadapi berbagai ajang internasional.
Lebih lanjut, pembangunan tahap kedua diharapkan dapat memperluas fungsi kompleks olahraga tersebut dengan menghadirkan fasilitas baru yang mampu mengakomodasi lebih banyak cabang olahraga sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga disabilitas.
"Harapan kami, apabila sudah dilanjutkan pembangunan tahap kedua, PPPI Delingan bisa semakin banyak mengakomodir cabang-cabang olahraga. PPPI Delingan juga akan memiliki gedung edukasi untuk pelatihan kepada para pelatih, classifier, tenaga pendukung dan yang lain-lain. Dengan begitu, fungsi PPPI Delingan yang sebentar lagi statusnya akan menjadi yang terbaik di Asia Tenggara, akan lengkap. Pelatihan, sport science, pendidikan. Semua akan ada di PPPI Delingan," ujar Rima Ferdianto.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memulai pekerjaan fisik pembangunan tahap kedua pada tahun ini.
Proses yang saat ini tengah dipersiapkan adalah perpanjangan kerja sama dengan kontraktor yang sebelumnya mengerjakan pembangunan tahap pertama.
"Bismillahirrohmanirrohim dalam tahun ini akan kita bangun. Sekarang tinggal perpanjangan kerja dengan kontraktor yang lama. Pembangunan total semua mungkin sekitar setahunan," kata Dody Hanggodo.
Tahap kedua pembangunan PPPI dirancang untuk melengkapi berbagai sarana olahraga yang belum tersedia, termasuk fasilitas untuk cabang olahraga basket kursi roda hingga para catur.
Kehadiran fasilitas tambahan tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi PPPI sebagai pusat pembinaan atlet paralimpiade nasional yang modern dan terintegrasi.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun fasilitas pendukung berupa skybridge dan skywalk yang akan mempermudah mobilitas atlet di dalam kawasan.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan serta aksesibilitas bagi atlet penyandang disabilitas.
Pemerintah juga menyiapkan pengadaan generator set (genset) baru guna menjamin pasokan listrik tetap tersedia apabila terjadi gangguan pada jaringan utama.
Mengenai rencana pembangunan asrama tambahan, Dody menjelaskan bahwa proyek tersebut untuk sementara ditunda karena kapasitas asrama yang ada saat ini masih mencukupi kebutuhan atlet.
Sebagai gantinya, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan gedung edukasi yang dinilai lebih mendesak untuk mendukung pengembangan kompetensi pelatih, tenaga pendukung, dan berbagai unsur lainnya dalam ekosistem olahraga disabilitas.
"Rencana awalnya, kita juga akan bangun gedung kedua untuk asrama atlet. Tetapi asrama yang sekarang masih agak longgar. Daripada kita membangun sesuatu yang mubazir dan pada saat yang sama NPC Indonesia juga minta kita bikin gedung edukasi. Jadi untuk asrama kita hold terlebih dahulu. Kita bikinkan gedung edukasi. Nantinya, jika asrama atletnya sudah penuh, baru kita bikinkan yang baru," ucap Dody Hanggodo.
Dengan dukungan pemerintah serta kolaborasi bersama NPC Indonesia, pembangunan tahap kedua PPPI Delingan diharapkan dapat memperkuat sistem pembinaan atlet disabilitas nasional sekaligus menjadi pusat pelatihan berstandar internasional yang mampu melahirkan prestasi-prestasi baru bagi Indonesia di tingkat dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]