WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kuda pacu asal Amerika Serikat, Magnitude, tampil gemilang dengan menjuarai ajang balap bergengsi 30th Dubai Gold Cup yang digelar pada Sabtu, 28 Maret 2026 waktu setempat.
Dalam perlombaan yang berlangsung sengit tersebut, Magnitude berhasil mengungguli salah satu kuda favorit dunia asal Jepang, Forever Young.
Baca Juga:
Konflik Global Memanas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus USD125 per Barel
Magnitude yang kini berusia empat tahun menunjukkan performa impresif sejak awal balapan.
Dengan strategi front-running yang diterapkan oleh joki berpengalaman Jose Ortiz, Magnitude langsung memimpin jalannya lomba dan mempertahankan posisinya hingga garis finis.
Sejak start, Magnitude melesat ke depan dan tidak memberikan banyak ruang bagi para pesaingnya untuk mengambil alih posisi.
Baca Juga:
Menteri PANRB Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Kebijakan untuk Dukung PHTC Presiden
Sementara itu, Forever Young yang ditunggangi oleh Ryusei Sakai terus membayangi di posisi kedua dan berupaya keras mengejar di setiap fase perlombaan.
Memasuki 600 meter terakhir, persaingan semakin memanas. Forever Young mencoba meningkatkan kecepatan untuk menyusul, namun Magnitude tetap mampu menjaga ritme dan keunggulannya hingga akhir balapan.
“Ketika saya melihat ke sisi saya saat melewati jarak 600 meter, saya melihat Forever Young dan saya tahu sudah waktunya untuk berlari. Saya tahu Forever Young akan menjadi kuda yang harus dikalahkan, jadi saya meminta (Magnitude) untuk berlari,” kata Ortiz.
Sepanjang lomba, Forever Young memang konsisten berada di posisi kedua.
Di lintasan lurus menjelang finis, kuda milik Susumu Fujita tersebut sempat memberikan tekanan serius, namun belum cukup kuat untuk menyalip Magnitude yang tampil solid hingga garis akhir.
“Kami tahu kami memiliki kuda yang sangat bagus, tetapi jelas Forever Young adalah kuda terbaik di dunia dan kami harus menghormatinya,” ujar Ortiz.
Berkat kemenangan tersebut, Magnitude berhak membawa pulang hadiah utama sebesar 7 juta dolar AS.
Ia mencatatkan waktu impresif 2 menit 4,38 detik dalam balapan tersebut. Posisi kedua ditempati Forever Young, sementara peringkat ketiga diraih oleh Meydaan.
Meski gagal meraih kemenangan, pelatih Forever Young, Yoshito Yahagi, tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performa kudanya serta tim pendukung yang telah bekerja keras selama persiapan hingga pelaksanaan lomba di Dubai.
“Ryusei menunggang kuda dengan sempurna. Saya pikir alasan terbesarnya adalah kurangnya kemampuan saya sendiri sebagai pelatih,” ujar Yoshito.
Ia juga menambahkan bahwa keselamatan kuda menjadi hal utama yang patut disyukuri setelah perlombaan usai.
“Saya ingin menang terutama karena situasi saat ini, tetapi saya ingin memuji kuda dan staf atas usaha mereka. Saya benar-benar bangga pada mereka, kuda telah kembali dengan selamat, jadi saya ingin berdiskusi dengan pemiliknya tentang langkah selanjutnya," ucapnya.
Kemenangan ini semakin menegaskan posisi Magnitude sebagai salah satu kuda pacu yang patut diperhitungkan di level internasional, sekaligus menjadi sorotan dalam ajang balap kuda dunia tahun ini.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]