WAHANANEWS.CO, Jakarta - Leani Ratri Oktila kembali menorehkan prestasi gemilang di pentas internasional.
Atlet para bulutangkis putri andalan Indonesia ini sukses menyumbangkan tiga medali emas bagi kontingen Merah Putih pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand.
Baca Juga:
Menpora Erick Sambut Kehadiran Trofi Piala Dunia 2026, Tegaskan Pemuda dan Olahraga Prioritas Nasional
Tiga keping emas tersebut diraih Leani dari nomor yang berbeda. Medali emas pertama ia persembahkan melalui nomor ganda campuran SL3-SU5 bersama Hikmat Ramdani.
Prestasi berlanjut di ganda putri SL4, sebelum kembali naik podium tertinggi pada nomor ganda putri SL3-SU5 berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah.
“Alhamdulillah tiga medali emas APG Thailand ini,” ujarnya di Indoor Stadium SPADT Convention Center 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (25/1) sore.
Baca Juga:
Indonesia Lampaui Target Harian, Raih 21 Emas di Hari Kedua ASEAN Para Games 2025
ASEAN Para Games 2025 Thailand menjadi multievent keenam yang diikuti Leani sepanjang kariernya.
Meski sudah berulang kali tampil di ajang ini, atlet asal Kampar, Riau tersebut tetap bersyukur mampu mempertahankan dominasinya di tengah semakin ketatnya persaingan, khususnya dengan hadirnya para pemain muda sebagai regenerasi tim nasional.
“Ini kebetulan APG saya yang ke enam, jadi mungkin tidak ada yang spesial ya. Tapi bersyukurnya bisa mempertahankan medali emas itu dan hingga pertandingan hari ini saya mempersiapkan dengan baik jadi bisa dibilang tidak ada kendala berarti,” urainya.
Di balik kesuksesan tersebut, Leani juga harus membagi peran antara sebagai atlet profesional dan seorang ibu.
Namun menurutnya, dukungan serta komunikasi dengan anak-anak justru menjadi sumber motivasi yang membuatnya semakin bersemangat menjalani latihan dan pertandingan.
“Mungkin sekarang jadi ibu semangatnya jadi lebih tinggi justru, apalagi dengar support dari anak mungkin itu yang membuat berbeda dan terharu ya karena anak udah bisa ngerti dan bisa ngomong,” jelas atlet kelahiran 6 Mei 1991 itu.
Lebih lanjut, Leani menilai proses regenerasi atlet para bulutangkis Indonesia mulai menunjukkan hasil positif.
Komposisi pemain dinilai semakin merata di berbagai kelas, sehingga Indonesia tetap mampu bersaing dengan negara lain, termasuk tuan rumah Thailand.
“Untuk atlet Indonesia sebenernya kita semua bisa bersaing dengan negara-negara lain seperti tuan rumah Thailand ini, apalagi sekarang kita sudah banyak regenerasi. Dikelas saya sendiri sudah ada pelapisnya sudah ada atlet generasi barunya. Dikelas yang lain juga banyak teman-teman yang bisa bersaing, terbukti sekarang banyak All Indonesian Finals,” ujar ratu para bulutangkis ini.
Meski usianya kini telah menginjak 34 tahun, Leani masih menyimpan ambisi besar untuk terus berprestasi.
Ia berharap kondisi kesehatan dan kesempatan masih berpihak, sehingga dapat kembali tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028.
Ia juga menyampaikan pesan motivasi bagi para atlet muda yang baru bergabung di pemusatan latihan nasional.
“Tujuan utama saya nanti kalau masih diberi sehat dan rejeki, saya pengen bisa bermain lagi nanti di Paralimpiade Los Angeles 2028. Dan saya masih berambisi di single walaupun usia bertambah, keinginan bertambah, kemampuan berkurang tapi saya masih mau berusaha dulu,” paparnya lagi.
“Pesan saya buat teman-teman yang baru tetap semangat jangan mudah menyerah, terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang dukungannya luar biasa baik lewat streaming yang komennya terus positif itu menjadi nilai tambah buat kami para atlet. Terima kasih juga kepada pemerintah yang memfasilitasi kami dengan cukup baik,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]