WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, menerima audiensi jajaran manajemen Garuda TV di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Garuda TV Fahmi Anwari, Head Corporate Secretary Rosyanne Benyamin, serta Eksekutif Produser Sport Garuda TV Sandi Firdaus.
Baca Juga:
Klub Korea Selatan Pilih Bali, Bukti Kuat Daya Saing Sport Tourism Indonesia
Audiensi ini membahas peluang sinergi strategis antara media televisi dan pemerintah dalam mendukung program kepemudaan serta pengembangan industri olahraga nasional.
Dalam kesempatan itu, Dirut Garuda TV Fahmi Anwari menyampaikan harapannya agar pihaknya dapat lebih awal terlibat dalam berbagai agenda Kemenpora, khususnya program yang akan berjalan pada 2026.
Menurutnya, perencanaan sejak dini akan membuka peluang kolaborasi yang lebih matang dan berdampak luas.
Baca Juga:
Indonesia Dorong Peran Generasi Muda dalam Keketuaan D-8 2026–2027
"Terima kasih waktunya Pak Wamen, kami ingin lebih awal bisa berkoordinasi pak, belajar dari tahun sebelumnya yang agenda final salah satu cabor di Surabaya waktu itu. Kita ingin 2026 ini kita coba kelola sebagai bisnis opportunity. intinya yang bisa dijual dan tidak membebankan," ujar Fahmi.
Fahmi menambahkan, Garuda TV berkomitmen mendukung program prioritas Kemenpora, baik di bidang olahraga prestasi maupun pembinaan pemuda.
Ia menyebut, selama ini sejumlah program telah dikerjasamakan dengan berbagai pihak, namun pihaknya berharap dapat menjalin sinergi yang lebih erat dengan Kemenpora.
"Saya berharap karena ini jauh-jauh hari kita bisa masuk untuk kerjasamakan, karena di TV itu harus pintar kreatif Pak Wamen. Kita ikut aja Pak Wamen intinya. Sebagai info, di 2026 ini kami sedang mengembangkan draft kerjasama untuk balap motor bebek di daerah-daerah," urainya.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan institusi pemerintah dalam memperkuat nilai tawar sebuah program kepada sponsor dan mitra strategis.
"Jadi, seumpama jika kita ingin tawarkan ke pihak lain ada Kemenpora di belakang kita itu lebih baik dan kami pasti support lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan jika ada program apapun di Kemenpora baik itu offline kita juga siap kolaborasi, seperti awarding apapun yang temanya pemuda dan olahraga," imbuhnya.
Menurut Fahmi, momentum 2026 menjadi sangat penting karena selain berbagai agenda kepemudaan yang menyasar kampus-kampus, juga akan berlangsung ajang olahraga besar tingkat Asia.
"Intinya ingin membuat industri ini lebih bergairah. Apalagi di 2026 juga ada Asian Games dan banyak program kepemudaan yang masuk ke kampus-kampus. Intinya kita pasti dukung program kepemudaan dan olahraga Kemenpora," pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wamenpora Taufik Hidayat menyambut baik inisiatif Garuda TV dan membuka peluang kolaborasi sepanjang sejalan dengan visi dan program prioritas Kemenpora, terutama dalam memperluas jangkauan pembinaan pemuda dan olahraga hingga ke daerah.
"Untuk tahun ini ada beberapa program seperti sepak bola Piala Presiden U10-U12 antar SSB dan beberapa program untuk bulutangkis. Mungkin nanti kita bisa kembangkan, untuk lebih jauhnya bisa hitam diatas putihnya biar lebih nyaman. Jadi, kita intinya profesional saja," tutur Wamenpora.
Ia menjelaskan, banyak agenda Kemenpora yang potensial untuk dikemas bersama media, seperti peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan Hari Sumpah Pemuda (HSP).
Selain itu, Kemenpora juga tengah memperkuat struktur organisasi dengan mencari Deputi Pengembangan Industri Olahraga guna mendorong kemajuan ekosistem industri olahraga nasional.
"Meski kita ada anggarannya tapi kalau itu regional juga ngga akan cukup, maka penting juga kita gandeng pihak ketiga. Nanti komunikasi lebih lanjut saja. Dan antisipasi atmosfer nantinya program kita jangan sampai tertutup dengan adanya Asian Games di tahun ini juga," jelasnya.
Lebih lanjut, Taufik menilai banyak cabang olahraga yang memiliki potensi komersial tinggi dan mampu menarik sponsor apabila dikelola secara profesional.
"Menurut saya banyak cabor yang bisa dikolaborasikan yang juga bisa menarik banyak sponsor seperti misalnya voli, sepakbola, basket, bulutangkis, lari dan lainnya, banyak," tutup Wamenpora Taufik.
Turut mendampingi Wamenpora dalam pertemuan tersebut Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Supeni serta Kepala Biro Humas dan Protokol Yulia Mahmudin.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]