WAHANANEWS.CO, Jakarta – Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi sport tourism bertaraf internasional.
Potensi tersebut didukung oleh tradisi pacu kuda yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat serta dipadukan dengan keindahan alam khas Sumba yang mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca Juga:
Tari Pakarena, Warisan Budaya Sulawesi Selatan yang Sarat Makna Filosofis
Konfederasi Nasional Pordasi menilai bahwa pacu kuda di Sumba bukan sekadar ajang perlombaan olahraga.
Tradisi tersebut merupakan perpaduan antara olahraga prestasi, pelestarian budaya, dan pengembangan sektor pariwisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi, Triwatty Marciano, menyebut Sumba memiliki modal yang sangat kuat untuk bersaing sebagai destinasi sport tourism di tingkat dunia.
Baca Juga:
Terendam Air Laut 3 Abad, Harta Karun Kapal Perang Spanyol Berhasil Diangkat
Menurutnya, budaya berkuda yang telah diwariskan secara turun-temurun menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga sekaligus pariwisata yang berkelanjutan.
“Sumba memiliki semua unsur yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi Sport Tourism kelas dunia,” ucap Triwatty Marciano sebagaimana dilansir dari keterangan tertulis KONI pada Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Sumba memiliki ikatan yang sangat erat dengan tradisi berkuda.
Keberadaan kuda lokal yang terkenal tangguh, dipadukan dengan bentang alam berupa padang sabana, perbukitan, dan panorama alam yang eksotis, menjadi keunggulan yang sulit ditemukan di daerah lain.
Tradisi pacu kuda di Sumba pun tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat lokal maupun ajang kompetisi olahraga semata. Kegiatan tersebut juga memiliki daya tarik besar sebagai atraksi wisata yang mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Dengan demikian, penyelenggaraan pacu kuda berpotensi meningkatkan popularitas Sumba sebagai destinasi wisata olahraga berbasis budaya.
Menurut Pordasi, olahraga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Setiap penyelenggaraan kejuaraan pacu kuda diyakini mampu memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM, perdagangan, jasa transportasi, hingga industri pariwisata.
Kehadiran ribuan peserta, atlet, ofisial, dan penonton dalam setiap penyelenggaraan lomba turut menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
Sektor perhotelan, penginapan, kuliner, transportasi, serta berbagai usaha masyarakat lokal diperkirakan akan memperoleh manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas wisata selama pelaksanaan kejuaraan.
Selain memiliki nilai ekonomi, pacu kuda juga merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sumba.
Tradisi tersebut telah diwariskan lintas generasi dan menjadi salah satu ciri khas Pulau 1000 Kuda yang hingga kini masih terus dilestarikan.
Peluang besar tersebut semakin diperkuat dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Dalam ajang olahraga nasional itu, Arena Pacu Kuda Pada Eweta di Waikabubak telah ditetapkan sebagai venue untuk cabang olahraga pacu kuda.
Seiring persiapan menuju PON XXII/2028, Pordasi bersama pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas arena pacu kuda.
Pembenahan lintasan, pembangunan fasilitas pendukung, hingga peningkatan standar keselamatan menjadi fokus utama agar venue memenuhi standar penyelenggaraan kejuaraan secara profesional.
Triwatty Marciano menegaskan bahwa pengembangan pacu kuda di Sumba tidak hanya bertujuan mencetak prestasi olahraga, tetapi juga diarahkan sebagai instrumen pembangunan daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan kekayaan budaya, tradisi berkuda yang masih lestari, kualitas kuda lokal, serta panorama alam yang memukau, Pulau Sumba diyakini memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat sport tourism berstandar internasional sekaligus menjadi destinasi unggulan Indonesia di mata dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]