WahanaNews.co, Jakarta - Banyak orang tua yang merasa kewalahan dengan anaknya yang selalu berebut mainan dengan anak tetangga.
Dan hal tersebut membuat para orang tua menyadari bahwa mengajarkan anaknya untuk mau berbagi bukanlah hal yang mudah.
Baca Juga:
7 Tips Aman Meninggalkan Rumah saat Libur Panjang
Mengajarkan kebaikan kepada anak memang membutuhkan proses yang menguras kesabaran, kemarahan, bahkan air mata. Namun kita harus tegas dan bijaksana demi anak yang memiliki etika dan cara bersosial yang baik kepada sesamanya. Berikut ini 4 tips mengajarkan anak untuk berbagi.
1. Memberikan contoh
Memberi contoh kepada anak untuk berbagi bisa dilakukan dengan cara mengajak anak untuk bersedekah. Entah itu memberi kepada pengamen di jalanan, badut, atau banyak orang lain yang membutuhkan.
Baca Juga:
Berikut 5 Tips Hilangkan Bau Asap Rokok di Rumah
Orang tua harus menanamkan kepada anak bahwa berbagi tidak membuat kita rugi, namun akan banyak kebaikan lain yang kita dapatkan dari jalan yang lain.
Dengan memberikan contoh secara langsung kepada anak, anak mulai tertarik dan tidak segan untuk berbagi dengan orang lain.
2. Mengajarkan anak untuk membuat pilihan dan menerima konsekuensi
Dalam setiap keputusan yang dipilih, ada konsekuensi yang harus dijalani. Anak mungkin sudah mengalami kedua hal itu, tapi belum bisa memahaminya.
Peran orang tua adalah membantu anak untuk memahami konsekuensi dari hal yang dia putuskan. Misalnya ketika anak berebut mainan dengan temannya, orang tua bisa mengatakan "Nggak papa kalau adek nggak mau berbagi sama kakak. Tapi jangan marah kalau nanti kakak nggak ngizinin adek pinjem mainannya, ya"
Dengan begitu anak memahami bahwa jika dia tidak berbagi mainan kepada orang lain, dia juga tidak bisa meminjam milik orang lain.
3. Hindari memberi ancaman
Memberi ancaman kepada anak untuk memberikan mainannya kepada orang lain juga hal yang tidak baik dibiasakan. Dengan memberikan kebohongan-kebohongan agar anak menuruti apa yang kita ucapkan, bukanlah hal yang baik.
Mengancam akan membuat anak merasa takut. Bahkan jika anak semakin takut, dia akan menolak untuk bermain lagi bersama teman-temannya dan menjadi anak yang mengurung diri.
Memberi cerita bohong juga sama halnya kita sedang menyuapi anak dengan kebohongan. Beberapa waktu yang akan datang, anak juga akan menjadi pribadi yang gemar berbohong.
4. Apresiasi ketika anak mau berbagi
Ketika anak sudah mau berbagi, kita harus berusaha untuk memberikan apresiasi sebaik mungkin. Bagaimanapun anak sudah mau menurunkan egonya.
Sebagai orang tua, kita harus memberikan pujian kepada anak agar mereka lebih giat dan lebih tulus lagi dalam berbagi.
[Redaktur: JP Sianturi]