WAHANANEWS.CO - Ampas teh yang sering dianggap limbah ternyata menyimpan beragam manfaat bagi tanaman, mulai dari menambah unsur hara hingga membantu proses pengomposan, bahkan dipercaya dapat membantu mengusir hama jika digunakan dengan cara yang tepat.
Salah satu manfaat utama ampas teh adalah menambah kandungan nitrogen di dalam tanah yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhan daun dan batang agar tetap sehat.
Baca Juga:
Minions & Monsters Puncaki Box Office Meski Gagal Penuhi Target Studio
Menurut ahli berkebun Sue Ure, tanaman yang menyukai tanah asam seperti camellia, rhododendron, dan azalea dapat memperoleh manfaat dari air seduhan teh yang telah dingin beserta ampasnya, namun penggunaannya tetap harus dilakukan secukupnya.
"Camellia, rhododendron, dan azalea adalah tanaman yang menyukai tanah asam dan akan menghargai tambahan teh sisa Anda sesekali. Namun seperti semua hal, akan lebih baik jika diberikan dalam jumlah sedang," ujar Sue Ure.
Ampas teh juga dapat membantu mengendalikan pertumbuhan gulma apabila dicampurkan ke dalam mulsa karena lapisan mulsa yang tebal mampu menghambat benih gulma mencapai tanah sekaligus menghalangi sinar matahari.
Baca Juga:
Rahasia Dondurma, Es Krim Turki Bertekstur Elastis yang Dinobatkan Terbaik di Dunia
Selain itu, ampas teh menjadi sumber makanan bagi cacing tanah yang berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah melalui proses penguraian bahan organik dan perbaikan struktur tanah.
Untuk mengatasi infeksi jamur pada tanaman, seduhan teh chamomile yang telah diencerkan dapat dimanfaatkan sebagai semprotan alami pada tanaman di halaman maupun tanaman hias di dalam ruangan.
Ampas teh juga menjadi bahan yang bermanfaat dalam proses pembuatan kompos karena kandungan nitrogennya membantu mempercepat penguraian bahan organik lainnya.
Jika kantong teh terbuat dari kertas tanpa tambahan plastik, tali, atau staples, kantong tersebut juga dapat dimasukkan langsung ke dalam kompos bersama ampasnya.
Sejumlah pegiat berkebun juga meyakini aroma ampas teh dapat membantu mengusir beberapa hama seperti tikus, kucing, maupun serangga tertentu, meski hingga kini bukti ilmiahnya masih terbatas dan lebih banyak didasarkan pada pengalaman pengguna.
Untuk tanaman hias di dalam ruangan, ampas teh dapat dicampurkan ke media tanam sebagai sumber nutrisi yang dilepaskan secara perlahan, terutama bagi tanaman yang menyukai kondisi tanah sedikit asam seperti pakis dan beberapa jenis mawar.
Penggunaan ampas teh sebaiknya dilakukan secara bijak dengan menghindari ampas teh yang telah dicampur susu maupun pemanis karena berpotensi memicu pertumbuhan jamur dan mengundang serangga.
Sebelum dicampurkan ke tanah atau kompos, ampas teh juga disarankan dikeringkan terlebih dahulu agar tidak mudah berjamur.
Dengan penggunaan yang tepat, ampas teh dapat menjadi alternatif ramah lingkungan untuk membantu merawat tanaman sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]