WahanaNews.co | Bulir hampa pada padi jadi masalah yang menyebabkan gagal panen hingga merugikan petani.
Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, kondisi gabah kosong atau hampa dipicu berbagai faktor mulai dari kondisi lingkungan hingga serangan hama.
Baca Juga:
KPK Lempar Wacana Koruptor Tak Usah Dikasih Makan
Bulir padi diketahui mulai mengisi saat memasuki fase generatif.
Pada fase tersebut, putik dan benang sari bertemu dan terjadi pembuahan hingga pembentukan gabah. Apabila pada saat itu intensitas hujan sedang tinggi, maka proses pembentukan bulir padi menjadi terganggu.
Demikian juga saat kondisi terlalu kering, maka proses pembungaan dan pembuahan menjadi tidak sempurna. Kondisi ini biasanya terjadi ketika musim kemarau terlalu lama.
Baca Juga:
APUK Dairi Gelar Talkshow Peran Perempuan dalam Keberlanjutan SDA dan Pameran Produk Lokal
Sementara itu, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa serangan hama dan penyakit juga bisa mengakibatkan bulir padi hampa. Beberapa jenis hama tanaman padi yang mengakibatkan gabah kosong, antara lain; wereng coklat, walang sangit, dan thrips.
Sedangkan jenis penyakit yang bisa menyebabkan gabah hampa yaitu penyakit patah leher, kerdil kuning, patah leher, penyakit daun, dan busuk pelepah.
Demikian ulasan seputar penyebab bulir padi hampa yang penting untuk diketahui. Lakukan tindakan kultur teknis dengan benar agar hasil panen tetap menguntungkan. [afs/eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.