WAHANANEWS.CO - Film Minions & Monsters berhasil memuncaki box office Amerika Utara meski pendapatan pembukaannya gagal memenuhi target yang dipatok studio, sekaligus mencatat debut terendah dalam sejarah waralaba Despicable Me.
Film prekuel yang mengambil latar Hollywood pada era 1920-an tersebut meraup pendapatan sebesar US$36 juta untuk periode Jumat hingga Senin dari 4.243 bioskop, dengan total pemasukan US$61 juta sejak mulai tayang pada Rabu (01/07/2026).
Baca Juga:
PKS Minta Kampanye LGBTQ Dilarang, Siap Kawal Implementasi Perpres 111/2025
Meski berhasil menempati posisi teratas box office, capaian tersebut masih berada di bawah target lima hari sebesar US$80 juta yang sebelumnya diproyeksikan studio.
Pendapatan itu juga jauh tertinggal dibandingkan Minions: The Rise of Gru yang meraih US$123 juta dan Despicable Me 4 yang membukukan US$122 juta pada periode libur yang sama.
Di pasar internasional, Minions & Monsters justru menunjukkan performa lebih kuat dengan meraih US$86 juta sepanjang akhir pekan sehingga total pendapatan globalnya kini mencapai US$159,8 juta.
Baca Juga:
Rahasia Dondurma, Es Krim Turki Bertekstur Elastis yang Dinobatkan Terbaik di Dunia
Posisi kedua box office pekan ini ditempati Toy Story 5 yang tetap tampil solid pada pekan ketiga penayangannya setelah mengumpulkan US$31 juta untuk periode Jumat hingga Minggu.
Capaian tersebut membuat pendapatan domestik Toy Story 5 meningkat menjadi US$366 juta, sementara total pemasukan globalnya telah mencapai US$764 juta.
Di posisi ketiga, film drama sejarah Young Washington produksi Angel Studios mencuri perhatian dengan pendapatan US$20,8 juta dari sekitar 2.700 bioskop.
Film yang mengangkat kisah kehidupan George Washington sebelum Perang Revolusi Amerika Serikat itu berhasil memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan AS dan memperoleh nilai sempurna A dari CinemaScore, meski hanya mengantongi rating 57 persen dari kritikus di Rotten Tomatoes.
Sementara itu, Supergirl harus puas berada di posisi keempat setelah pendapatannya anjlok hingga 74 persen pada pekan kedua dengan hanya meraih US$9,6 juta.
Sejak dirilis, Supergirl baru mengumpulkan US$58,5 juta di Amerika Utara dan US$100,5 juta secara global setelah sebelumnya hanya membuka penayangan dengan US$37,1 juta.
Dengan biaya produksi mencapai US$170 juta, Supergirl diperkirakan berpotensi merugi sekitar US$100 juta hingga US$120 juta apabila total pendapatan globalnya tidak mampu menembus angka US$200 juta selama masa penayangannya di bioskop.
Performa tersebut kembali menunjukkan tantangan besar yang dihadapi film-film bergenre pahlawan super, terutama yang mengangkat karakter sekunder, berbeda dengan kesuksesan Superman maupun antusiasme tinggi terhadap Spider-Man: Brand New Day yang diprediksi akan meraih hasil lebih besar di pasar global.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]