WAHANANEWS.CO - Es krim dondurma asal Turki dikenal berbeda dari kebanyakan es krim di dunia karena memiliki tekstur kenyal dan elastis sehingga tidak mudah meleleh, bahkan mampu dimainkan oleh para penjualnya sebelum disajikan kepada pembeli.
Dondurma merupakan es krim tradisional yang berasal dari wilayah Kahramanmaraş dan kini dapat ditemukan di berbagai daerah di Turki maupun sejumlah negara Mediterania, termasuk Yunani yang mengenalnya dengan nama dudurmas atau kaimaki.
Baca Juga:
PKS Minta Kampanye LGBTQ Dilarang, Siap Kawal Implementasi Perpres 111/2025
Keunikan dondurma berasal dari dua bahan utamanya, yakni salep dan mastic, di mana salep merupakan tepung yang dibuat dari umbi anggrek liar Dactylorhiza romana yang hanya tumbuh di Turki, sedangkan mastic merupakan getah alami pohon damar wangi yang memberikan tekstur elastis, kemudian dipadukan dengan susu kental dan gula.
Banyak wisatawan pertama kali mengenal dondurma melalui atraksi para penjual es krim di kawasan wisata Istanbul yang mengenakan pakaian tradisional lengkap dengan fez merah sambil memainkan tongkat logam panjang untuk mengaduk, mengangkat, hingga menarik ulur es krim sebelum menyerahkannya kepada pembeli.
Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena tekstur dondurma memungkinkan es krim dibentuk dan dimainkan tanpa mudah mencair.
Baca Juga:
Minions & Monsters Puncaki Box Office Meski Gagal Penuhi Target Studio
Meski demikian, pengalaman menikmati dondurma yang autentik justru dapat ditemukan di kedai-kedai artisan yang mengutamakan kualitas bahan baku alami.
Salah satunya adalah Serez Gurme Dondurma di Istanbul yang menyajikan es krim tanpa tambahan perasa maupun pewarna buatan dengan berbagai pilihan rasa, seperti pistachio, vanila Madagaskar, cokelat, kenari, mandarin Bodrum, hingga ceri asam.
Tekstur dondurma yang padat namun tetap lembut membuat es krim ini dapat disajikan pada suhu yang sedikit lebih hangat dibandingkan es krim biasa sehingga cita rasa setiap bahan menjadi lebih terasa.
Pendiri Serez Gurme Dondurma, Serdar Kemahlı, menjelaskan rahasia tekstur khas dondurma berasal dari kandungan glukomanan dalam salep yang mampu mengikat air hingga sekitar 200 kali beratnya sehingga berfungsi sebagai pengental sekaligus pengemulsi alami.
Berkat sifat tersebut, dondurma memiliki karakteristik kenyal, elastis, dan tahan terhadap proses pencairan.
Di balik keunikannya, bahan baku utama dondurma kini menghadapi ancaman kelangkaan karena dibutuhkan sekitar 1.000 hingga 2.000 tanaman anggrek liar untuk menghasilkan satu kilogram bubuk salep.
Praktik panen ilegal menyebabkan populasi anggrek liar terus menurun hingga akhirnya dilindungi oleh Uni Eropa dan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah (CITES), sementara Turki juga melarang ekspor salep asli.
Akibat kelangkaan tersebut, banyak produsen mulai menggunakan salep sintetis sebagai pengganti, meski sebagian pembuat dondurma tetap mempertahankan penggunaan salep asli dalam jumlah terbatas sambil mendukung budidaya anggrek secara berkelanjutan.
"Kami berupaya membuat es krim ini tetap ada. Kami melindungi anggrek liar agar dondurma tidak kehilangan jiwanya, melindungi lebah agar buah-buahan tetap tumbuh, serta menjaga air tanah agar susu berasal dari sapi yang sehat," ujar Serdar Kemahlı.
Pada 2025, TasteAtlas menobatkan dondurma sebagai hidangan penutup beku terbaik di dunia berkat teksturnya yang kenyal dan ketahanannya terhadap panas sehingga menjadi salah satu kuliner khas Turki yang wajib dicicipi selain kebab dan baklava.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]