WAHANANEWS.CO, Jakarta - Aco Tenriyagelli resmi melakukan debut sebagai sutradara film panjang melalui karya berjudul Suka Duka Tawa.
Film ini mengusung genre drama komedi keluarga dengan latar dunia stand-up comedy Indonesia yang dekat dengan realitas kehidupan.
Baca Juga:
Street Fighter Kembali ke Layar Lebar, Trailer Perdana Tampilkan Aksi Ikonik Para Petarung
Mengangkat hubungan ayah dan anak, film ini dikemas dengan pendekatan emosional yang ringan, hangat, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan penonton.
Cerita Suka Duka Tawa berfokus pada sosok Tawa, seorang komika muda yang diperankan oleh Rachel Amanda.
Karakter Tawa digambarkan tengah berada di puncak popularitas setelah berhasil menarik perhatian publik lewat materi komedi yang berangkat dari pengalaman pahit masa kecil serta konflik keluarganya.
Baca Juga:
Sambut Desember, Ini Film Natal Netflix yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
Kejujuran Tawa dalam mengolah luka personal menjadi humor justru membuatnya dikenal luas di dunia stand-up comedy.
Namun, kesuksesan tersebut membawa dampak lain bagi sang ayah, Pak Keset, yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana.
Pak Keset merupakan pelawak senior yang kariernya meredup dan mengalami keterpurukan setelah masa lalunya dijadikan bahan komedi oleh anaknya sendiri.
Sosoknya digambarkan sebagai figur ayah yang penuh penyesalan dan menyimpan beban kesalahan di masa lalu.
Konflik semakin berkembang ketika Tawa kembali dipertemukan dengan Pak Keset setelah bertahun-tahun hidup terpisah dan menyisakan jarak emosional yang dalam.
Dalam pertemuan itu, Pak Keset memilih bersikap terbuka dengan mengungkap seluruh kesalahan dan aib yang pernah ia lakukan.
Keputusan tersebut diambil demi mendukung perjalanan karier Tawa dan menebus kegagalannya sebagai seorang ayah.
Perlahan, hubungan keduanya mulai mencair seiring berjalannya waktu. Tawa pun mulai memahami sisi lain dari sosok ayah yang selama ini hanya ia kenal melalui luka dan kekecewaan.
Proses tersebut membantunya memaknai ulang masa lalu, berdamai dengan trauma, dan menemukan arti baru dari hubungan keluarga.
Tak hanya menyoroti konflik ayah dan anak, Suka Duka Tawa juga menghadirkan dinamika pertemanan Tawa yang penuh warna.
Lingkaran sahabatnya digambarkan absurd, menghibur, namun sarat solidaritas.
Mereka menjadi teman seperjuangan yang setia mendampingi Tawa, berbagi tawa, serta saling menguatkan dalam menghadapi kerasnya kehidupan.
Melalui perpaduan drama keluarga yang menyentuh dan komedi personal yang jujur, Suka Duka Tawa menggambarkan perjalanan seorang anak dalam menghadapi masa lalu dan proses pendewasaan diri.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2025.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]