WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kenapa ada orang yang hidupnya terlihat seperti pakai cheat code? Peluang datang terus, masalah cepat beres, dan kalaupun jatuh, mereka tetap landing dengan mulus.
Hoki? Mungkin. Tapi keberuntungan yang konsisten itu jarang sekali kebetulan.
Baca Juga:
Simak, Ini Tanggal Lahir Pembawa Hoki yang Bakal Membawa ke Puncak Sukses
Kalau diperhatikan, ada pola di balik "nasib baik" mereka. Ini bukan soal garis tangan, tapi soal cara mereka bereaksi terhadap situasi.
Ada sistem di dalam kepala mereka yang membuat peluang lebih sering mampir dan rasa sial nggak berani mampir lama-lama. Keberuntungan itu bisa diciptakan, bukan cuma ditunggu.
Berikut 4 ciri orang yang hidupnya selalu beruntung. Menariknya, semua ini bisa dilatih, dan bukan bawaan lahir.
Baca Juga:
Warna Hitam dan Putih Tak Boleh Dipakai saat Perayaan Imlek
1. Terbuka pada peluang, bukan terpaku pada satu jalan
Orang yang “beruntung” jarang mengunci pikirannya pada satu skenario. Saat rencana A gagal, mereka cepat beralih ke rencana B tanpa drama berlebihan.
Sikap fleksibel ini membuat mereka lebih peka melihat celah kesempatan yang sering luput dari perhatian orang lain. Bagi mereka, kegagalan bukan tanda berhenti, tapi sinyal untuk belok sebentar.
2. Berani mengambil keputusan, meski tidak sempurna
Alih-alih menunggu kondisi ideal, mereka berani melangkah dengan informasi yang ada. Keputusan memang kadang salah, tapi keberanian bertindak membuat mereka lebih sering “berada di permainan”.
Banyak peluang datang bukan pada mereka yang paling siap, tapi pada mereka yang mau mencoba duluan.
3. Tidak larut dalam rasa sial
Saat hal buruk terjadi, orang beruntung tidak menghabiskan energi untuk mengasihani diri sendiri. Mereka mengakui rasa kecewa, lalu bergerak.
Pola pikir ini membuat masalah terasa lebih ringan dan solusi lebih cepat muncul. Bukannya menyangkal kenyataan, mereka memilih berdamai lalu fokus pada langkah berikutnya.
4. Memperlakukan hidup dengan rasa ingin tahu, bukan ketakutan
Alih-alih bertanya, “Bagaimana kalau gagal?”, mereka lebih sering bertanya, “Apa yang bisa aku pelajari?”. Rasa ingin tahu ini membuat mereka lebih tenang menghadapi ketidakpastian.
Tanpa disadari, sikap ini menarik lebih banyak pengalaman baru, dan dari sanalah “keberuntungan” sering muncul.
Pada akhirnya, hidup yang tampak selalu beruntung jarang soal kebetulan semata. Ia lebih sering lahir dari cara berpikir, bersikap, dan merespons keadaan.
Kabar baiknya, jika keberuntungan adalah kebiasaan, maka siapa pun bisa mulai melatihnya—pelan-pelan, dari keputusan kecil hari ini.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]