WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sutradara kenamaan Indonesia, Edwin, kembali menyapa penonton melalui film terbarunya berjudul Monster Pabrik Rambut yang kini tengah tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Film bergenre horor fantasi ini menjadi karya film panjang kedelapan dalam perjalanan kariernya sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu sineas Indonesia yang konsisten menorehkan prestasi di berbagai ajang perfilman internasional.
Baca Juga:
Monster Pabrik Rambut Rilis Trailer, Angkat Horor Dunia Kerja yang Menekan
Sebelum resmi dirilis di Tanah Air, Monster Pabrik Rambut telah lebih dahulu melakukan perjalanan festival ke sejumlah negara. Film ini menjalani pemutaran perdana dunia atau world premiere dalam ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.
Setelah itu, karya tersebut melanjutkan rangkaian pemutarannya di Hong Kong International Film Festival (HKIFF) 2026 dan kemudian tampil di Fantasia Film Festival 2026 yang berlangsung di Montreal, Kanada.
Rekam jejak Edwin di panggung perfilman dunia memang bukan hal baru. Namanya telah lama dikenal sebagai sutradara Indonesia yang berhasil membawa karya-karyanya menembus berbagai festival bergengsi.
Baca Juga:
Rekomendasi Film Horor Mei 2026, Hadirkan Kisah Mencekam dan Penuh Misteri
Salah satu pencapaian paling monumental dalam kariernya adalah ketika film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas meraih penghargaan Golden Leopard pada Locarno International Film Festival 2021, salah satu penghargaan paling prestisius dalam dunia perfilman internasional.
Sepanjang kariernya, Edwin telah melahirkan berbagai karya yang mendapat apresiasi luas dari kritikus maupun penonton.
Beberapa film yang pernah disutradarainya antara lain Babi Buta yang Ingin Terbang (2008), Postcards from The Zoo (2012), Posesif (2017), Aruna & Lidahnya (2018), Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), hingga Kabut Berduri (2024).
Berbagai karya tersebut telah berkeliling ke festival-festival film dunia dan mengantarkan Edwin memperoleh puluhan nominasi serta penghargaan.
Selain berhasil mengoleksi empat Piala Citra Festival Film Indonesia, ia juga pernah menerima Edward Yang New Talent Award dalam ajang Asian Film Awards 2012.
Sebagai sutradara yang tumbuh dari lingkungan perfilman independen, Edwin dikenal memiliki pendekatan sinematik yang khas.
Ia kerap memadukan realitas dengan unsur fantasi serta imajinasi yang kuat untuk membangun dunia cerita yang unik.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan karya-karyanya dari film-film Indonesia pada umumnya.
Dalam film Postcards from The Zoo, misalnya, Edwin menghadirkan sosok pesulap koboi misterius yang muncul di tengah Kebun Binatang Ragunan.
Sementara dalam Aruna & Lidahnya, ia mengeksplorasi sisi mimpi dan alam bawah sadar tokoh Aruna yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.
“Ketika membuat film saya selalu ingin memahami karakter-karakter yang ada di kehidupan kita. Ada semacam eksperimen yang harus terus dilakukan untuk mengupayakan menunjukkan dan menampilkan manusia semaksimalnya,” kata Edwin dalam keterangan tertulis, Minggu, 7 Juni 2026.
Semangat eksplorasi tersebut kembali diwujudkan melalui Monster Pabrik Rambut. Dalam film ini, Edwin menghadirkan elemen fantasi yang lebih luas dibandingkan karya-karyanya terdahulu.
Kehadiran monster, dunia visual yang tidak biasa, serta karakter dengan kemampuan unik menjadi tantangan kreatif baru yang ia jajaki.
Salah satu karakter yang mencuri perhatian adalah Bona, yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan.
Tokoh ini digambarkan memiliki kemampuan regenerasi tubuh yang luar biasa, sehingga bagian tubuhnya dapat tumbuh kembali meskipun mengalami cedera parah.
Karakter tersebut terinspirasi dari axolotl, spesies amfibi endemik asal Meksiko yang dikenal memiliki kemampuan regenerasi anggota tubuh.
“Di Monster Pabrik Rambut ini ada elemen fantasi, ada monster yang harus dibuat, dan ada sisi fantasi seperti tangannya si Bona yang meski putus bisa muncul lagi. Dan itu belum pernah saya buat dan jelajahi sebelumnya,” ujar Edwin.
Keunikan konsep cerita dan karakter inilah yang menjadi salah satu alasan utama Iqbaal Ramadhan tertarik bergabung dalam proyek tersebut.
Tidak hanya berperan sebagai Bona, Iqbaal juga turut ambil bagian di balik layar sebagai produser eksekutif.
“Menurutku Monster Pabrik Rambut memberikan opsi baru bagi perfilman Indonesia. Ini adalah horor yang seru, fantasi, dan ajaib. Dan aku tampil sangat berbeda di film ini, belum pernah aku lakukan sebelumnya,” kata Iqbaal.
Dengan memadukan unsur horor, fantasi, petualangan visual, dan kritik sosial dalam satu cerita, Monster Pabrik Rambut hadir sebagai salah satu film Indonesia yang menawarkan pengalaman menonton berbeda.
Kehadirannya tidak hanya memperkaya ragam genre perfilman nasional, tetapi juga menunjukkan keberanian para sineas Indonesia dalam menghadirkan gagasan-gagasan segar yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Film Monster Pabrik Rambut telah resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 4 Juni 2026 dan menjadi salah satu tontonan yang menarik perhatian pecinta film nasional sepanjang tahun ini.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]