Daerah

Bapenda Kota Bekasi Gandeng Kejaksaan Datangi Penunggak Pajak

meha meha
Bapenda Kota Bekasi Gandeng Kejaksaan Datangi Penunggak Pajak

Aan Suhanda, Kepala Bapenda Kota Bekasi



KOTA BEKASI WAHANNEWS.CO,
Untuk mengoptimalkan penerimaan pajak tahun 2019, Kepala Badan Pendapatan
Daerah (Bapenda) Kota Bekasi Aan Suhanda, telah melakukan berbagai upaya seperti
melakukan penyebaran brosur dan pemasangan spanduk untuk menghimbau dan mengingatkan
warga masyarakat Wajib Pajak (WP)
agar segera melunasi pajak sebelum batas akhir pembayaran tanggal 9 September
2019, hari ini.





Aan Suhanda menyebutkan, bahwa berbagai upaya telah
dilakukan jauh-jauh hari sebelum batas akhir penyetoran pajak, seperti
mengingatkan dan menghimbau wajib pajak agar menyetor pajak sebelum batas akhir
pembayaran yang ditetapkan Pemerintah Kota Bekasi. Untuk memudahkan masyarakat
melakukan transaksi setoran pajak, Bapenda juga telah melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan
menggandeng Bank Jabar (BJB) dan sejumlah bank swasta lainnya untuk menerima setoran pajak, termasuk melalui Pos Giro dan E.Commerce seperti BukaLapak
Traveloka dan Indomaret.





Sesuai dengan UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah, Kota Bekasi diberikan kewenangan untuk mmemungut 9 item pajak
seperti: Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
(BPHTB), Pajak Restoran, Pajak Hotel, Pajak Parkir, Pajak Reklame,
Pajak Hiburan, Pajak Air Bawah Tanah dan Pajak
Penerangan Jalan
(PJU)





Menurut Aan Suhanda, dirinya optimis Penghasilan Asli
Daerah (PAD) tahun 2019 akan tercapai mengingat masih ada sisa 3 bulan
lagi sebelum akhir tahun.



Aan Suhanda mengungkapkan penerimaan pajak dari PBB tahun
ini menduduki urutan teratas dengan target Rp.599 milyar, sampai 6 September
2019 sudah terealisasi sebesar Rp.353,297 milyar, disusul dari BPHTB sudah
terealisasi sebesar Rp.279.173 milyar dari target Rp.440 milyar, kemudian
penerimaan lainnya dari Pajak Restoran, Hotel, Parkir, Hiburan, Air Bawah
Tanah, Reklame dan PJU sudah menerima setoran pajak sebesar Rp.528,595 milyar.





Untuk menjamin kesiagaan loket pembayaran setoran pajak, Bapenda
juga telah menyurati Bank Persepsi untuk membuka loket 24 jam tidak boleh Off,
dan apabila ada gangguan konektifitas jaringan internet, Bapenda meminta
meminta pihak Bank untuk selalu berkoordinasi dengan mereka. Bahkan Pos dan
Giro selama 24 jam dibuka termasuk hari
Sabtu dan Minggu.


Foto Bersama Pegawai Bapenda Kota Bekasi






Pasca batas akhir penyetoran pajak yang berakhir pada 9
September 2019 ini, Bapenda Kota Bekasi akan melakukan upaya lain, yaitu
dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dan BNI dengan melakukan upaya
mendatangi langsung ke alamat wajib pajak setelah sebelumnya memberikan surat
panggilan, “Apabila surat panggilan tidak dipatuhi, upaya mendatangi bersama
kejaksaan akan kita lakukan terhadap wajib pajak,” tegas Aan Suhanda.





“Ada tiga pihak yang terlibat dalam Mou ini yaitu Bapenda,
BNI dan Kejaksaan Negeri Bekasi. Kesepakatan ini akan mulai efektif pasca batas
akhir pembayaran pajak yang difungsikan sebagai upaya penagihan piutang berikut
denda sebesar 2% per bulan.” Kata Aan.





Wali Kota Bekasi Dr Rahmat Effendi menurut Aan Suhanda,
juga sudah berupaya keras mengerahkan semua aparaturnya untuk mengoptimalkan
penerimaan pajak, mulai dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sampai pegawai
tingkat Kecamatan dan Kelurahan. ( ADV/MEHA)





Penulis: MEHA

Editor: SEVEN BOYS MEHA