Daerah

Ironis, Mesin Pertanian Untuk Kelompok Tani Kabupaten Humbahas Minim Pengawasan

meha meha
Ironis, Mesin Pertanian Untuk Kelompok Tani Kabupaten Humbahas Minim Pengawasan
Pribadi
ILUSTRASI ALAT MESIN PERTANIAN

HUMBAHAS WAHANANEWS.CO, Berbagai elemen masyarakat menuding dan menilai, bantuan alsintan yang diterima
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dari Pemerintah Pusat dalam beberapa
tahun terakhir ini seperti alat mesin
pertanian Traktor, Combine
harrvester (Alsintan) yang diserahkan ke
Kelompok petani kurang pengawasan
sehingga banyak disalahgunakan juga kurang tepat sasaran.



Informasi yang didapat
WAHANANEWS.CO dari narasumber yang layak dipercaya menyebutkan hingga saat ini masih banyak Alsintan milik
Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan yang disewakan keluar dari wilayah
Kabupaten Humbang Hasundutan, seperti
mesin panen padi (Combine harvesrter) yang beroperasi di Sungai Loba dan Tebing Tinggi dan sudah
beroperasi selama 3 bulan yang dikontrak oleh penyewa untuk digunakan memanen
padi di Tanjung Balai Sungai Loba.




Alsintan Milik Pemkab Humbahas.


“Alsintan milik Pemkab
Hasundutan masih ada 3 unit lagi yang beroperasi disini, sudah ada 3 bulan
kurang lebih, hal ini sudah kami sampaikan kepada Petugas Dinas Pertanian (
Kabid TPH) namun tidak digubris hingga saat ini, sehingga patut diduga ada
praktek kongkalikong dinas terkait
dengan penyewa alsintan tersebut” ujar John Roni Sihotang (11/10) kepada WAHANANEWS.CO.



Sihotang menambahkan, bahwa sebelumnya
sudah ada 2 unit alat Combine Harvester ditarik oleh Dinas Pertanian dari
Lokasi yang sama.



“Sebelumnya sudah ada
penertiban alsintan oleh Dinas Pertanian Humbahas, namun yang 3 unit lagi tidak
ditertibkan dan tetap beroperasi hingga hari ini ujar Sihotang yang kesal akan
sikap dari petugas Dinas Pertanian Humbahas yang diduga ada main mata dengan
pihak penyewa.



Yonepta Habeahan, Kabid
Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH)
Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan yang dikonfirmasi WAHANANEWS.CO via telepon
selulernya (12/10 ) terkait
informasi penyalahgunaan alsintan yang disewakan keluar Kabupaten Humbahas,
membantah dugaan keterlibatannya dan menjelaskan bahwasanya mereka sudah ditugasi oleh Kepala
Dinas Pertanian untuk langsung monitoring.



“Kebetulan satu minggu ini
aku rapat di Medan dan baru tadi malam
sampai di Doloksanggul. Memang ada kecurigaan kita 2 unit combine harvester
dari Lintongnihuta dipinjam-pakaikan, kita tugaskan staf kita untuk monitoring
ke lapangan bulan agustus yang lalu,
alatnya ada. Tetapi kita tidak tahu apakah setelah itu combinenya
berangkat.



Hari ini kita ditugaskan pak
kadis untuk langsung monitoring dan apabila ada indikasi maka akan kita beri
sanksi administrasi berupa alat kita tarik. Perlu kami sampaikan bahwa tidak
ada komunikasi antara kelompok tani penerima dan dinas pertanian, apalagi
seperti yang saudara sebut mengarah ada permainan atau kerjasama dengan petani.



Kami siap dikonfrontir dengan
setiap kelompok tani yang menerima alsintan tersebut. Sebelumnya informasi ini
sudah saya terima dari marga sihotang dari Tanjungbalai . Hari seninlah di kantor
dinas kita bahas lae hasil monitoring kami hari ini” balas Habeahan via pesan
Whatss App nya menjawab pertanyaan WAHANANEWS.CO.



Secara terpisah Kepala Dinas
Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan, Junter Marbun(12/10) yang
dihubungi WAHANANEWS.CO juga membantah atas dugaan keterlibatannya .



“Saya tidak ada campur tangan dalam masalah
itu, jangan sembarang menuduh, sebelumnya kami sudah menarik 2 Unit alsintan
yang disalahgunakan oleh kelompok tani , keterlibatan saya hanya menarik alat
yang disewakan sebelumnya” ujar Junter.




BACA JUGA:Disalahgunakan, Dinas Pertanian Humbahas Tarik Alsintan Dari Kelompok Tani


Disinggung terkait minimnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan informasi
3 unit Combine Harvester milik Pemkab Humbahas yang disewakan keluar
Kabupaten Humbang Hasundutan dan masih
beroperasi sampai hari ini , Junter mengatakan tidak tahu dan pemberian alsintan sesuai permintaan petani
.



“Saya tidak tau yang mana itu,
yang disalahgunakan sudah kita tarik 2 unit sebelumnya , belum ada ketentuan
yang memperbolehkan untuk menyewakan alat tersebut keluar daerah. Kami tetap awasi alsintan yang
kami serhakan ke petani , karena itu hibah diberikan ke petani dan menjadi
milik petani.” Katanya.



Lebih lanjut Junter menjelaskan, berkaitan tudingan
ketidaktepatan sasaran dan ketepatgunaan alsintan kepada kelompok tani, dia sebutkan bahwa penyerahan alsintan tidak bisa
semua tepatguna dan tidak bisa sempurna.



“Diminta petani, kami berikan, kadang para kelompok petani asal minta, setelah diterima tidak
efektif dan akan kami lakukan evaluasi
kepada seluruh kelompok tani. Kalau ada kelompok tani yang menyalahgunakan dan
menyewakan keluar daerah, kami akan
tarik dan dialihkan kepada petani yang benar benar membutuhkan ,
kami juga manusia biasa , tidak semua
pekerjaan saya sempurna” ungkap Junter.



Menyikapi hal tersebut Bupati
Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor(11/10) yang diminta tanggapannya, meminta
agar masalah tersebut dilaporkan ke Aparat penegak Hukum.



“Telusuri, kalau melanggar
aturan laporkan ke aparat hukum jawab
Dosmar singkat lewat pesan WA nya. (mh85)

Penulis: mh85

Editor: Suwindak Marbun