WAHANANEWS.CO, Jakarta -Duka longsor Cisarua kian bertambah setelah tim Search and Rescue gabungan menyerahkan 25 kantong jenazah korban kepada tim Disaster Victim Identification di tengah proses pencarian yang masih berlangsung di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (25/1/2025).
Jumlah tersebut merupakan hasil temuan lanjutan dari operasi pencarian korban tanah longsor yang hingga kini masih menyisakan puluhan orang tertimbun material.
Baca Juga:
Menuju Lokasi Longsor Bandung Barat, Dua Polisi Cisarua Gugur dalam Kecelakaan
Belum dirinci tim SAR, apakah kantong jenazah yang diserahkan termasuk korban dari unsur Marinir yang dilaporkan ikut tertimbun dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 23 korban longsor disebut merupakan prajurit Marinir TNI AL dari Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam yang tengah menjalani pendidikan sebelum ditugaskan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI–Papua Nugini.
Dijelaskan Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian, pencarian korban dihentikan sementara pada hari kedua sekitar pukul 16.00 WIB karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Baca Juga:
83 Korban Longsor Bandung Barat dalam Pencarian, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca
“Dari pukul 16.00 WIB, kami menghentikan pencarian karena cuaca yang tidak mendukung (hujan deras) dan akan dilanjutkan besok dan total ada 25 kantong jenazah yang diserahkan kepada pihak DVI Polri,” katanya di Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2025).
Dipaparkan Ade, pencarian hari kedua difokuskan pada area yang sebelumnya telah terdeteksi adanya korban dengan melibatkan koordinasi tim SAR gabungan dan masyarakat sekitar.
“Penemuan ada di sektor A dan B, dan kebanyakan di A1, A2, dan B1, sesuai informasi di lapangan. Kami memfokuskan pencarian ke dua area tersebut karena banyak korban longsor berada di area tersebut berdasarkan informasi warga,” ujarnya.