WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemulihan sistem kelistrikan menjadi salah satu penanda penting berjalannya proses pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh Tengah, khususnya di wilayah Kota Takengon.
Meski menghadapi tantangan akses jalan dan kondisi cuaca, PT PLN (Persero) terus melakukan perbaikan secara bertahap demi mengembalikan layanan listrik kepada masyarakat.
Baca Juga:
PLN Tunjukkan Resiliensi Infrastruktur Energi di Tengah Banjir Beruntun
Hingga saat ini, PLN telah berhasil menormalisasi 323 gardu distribusi yang menyuplai listrik ke 184 desa di Kabupaten Aceh Tengah.
Upaya tersebut dilakukan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, dengan tetap mempertimbangkan kondisi medan serta aspek keselamatan kerja petugas di lapangan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengatakan proses pemulihan masih terus berjalan, terutama untuk gardu distribusi yang berada di wilayah dengan tingkat kerusakan dan hambatan akses yang tinggi.
Baca Juga:
Fondasi Pemulihan Korban Banjir, PLN Gratiskan Listrik Huntara 6 Bulan
“Kami secara bertahap telah menormalisasi ratusan gardu distribusi dan saat ini masih mengupayakan perbaikan 139 gardu lainnya yang terdampak. Perbaikan tidak hanya pada gardu, tetapi juga jaringan distribusi dan sarana pendukung yang memerlukan penanganan lanjutan,” ujar Eddi dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/12).
Menurut Eddi, terbatasnya akses jalan akibat material longsor menjadi kendala utama dalam mobilisasi peralatan dan material ke sejumlah titik terdampak. Namun demikian, PLN tetap berkomitmen menjaga keandalan sistem dan keselamatan petugas selama proses pemulihan berlangsung.
“Seluruh proses kami lakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan keandalan pasokan listrik. Petugas di lapangan menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi infrastruktur dan medan,” katanya.