WAHANANEWS.CO - Seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, diduga melempar bom molotov ke lingkungan sekolahnya saat jam istirahat sehingga memicu kepanikan di kalangan siswa dan guru.
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkapkan pelaku merupakan anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui komunitas daring bernama True Crime Community.
Baca Juga:
Densus 88 Ungkap 110 Anak Terpapar Radikalisme lewat Game Online pada 2025
“Anak yang terpapar TCC ini merupakan siswa SMP Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat,” kata juru bicara Densus 88 Polri Kombes Mayndra Eka kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan tergabung dalam komunitas True Crime Community,” lanjutnya.
Mayndra menjelaskan anak tersebut diduga mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan keluarga.
Baca Juga:
Densus 88 Ungkap Pelaku Ledakan SMAN 72 Bawa 7 Peledak, 4 Meledak di Dua Lokasi
Selain itu, anak tersebut juga diduga menjadi korban perundungan yang memicu keinginan untuk melakukan balas dendam.
“Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan melakukan balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya, juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga,” ujar Mayndra.
“Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” tambahnya.
Menurut Mayndra, penanganan kasus tersebut telah dilakukan oleh Polda Kalimantan Barat dengan pendampingan dari Densus 88.
Sebelumnya, kepolisian mengamankan seorang siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sungai Raya yang diduga sebagai pelaku pelemparan bom molotov di sekolah tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/2/2026) saat para siswa tengah menyantap menu Makan Bergizi Gratis pada jam istirahat.
Dalam kejadian tersebut, satu pelajar dilaporkan menjadi korban setelah terkena percikan benda dari bom molotov.
“Benar, telah terjadi dugaan pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya,” kata Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, Selasa (3/2/2026).
“Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” lanjutnya.
Hariyanto menyebut kejadian berlangsung secara tiba-tiba ketika terduga pelaku datang ke sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang telah disulut api ke arah area sekolah.
“Kejadian berlangsung secara tiba-tiba. Terduga pelaku datang ke lokasi sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang disulut api ke arah area sekolah,” katanya.
Akibat aksi tersebut, muncul percikan api dan kepulan asap di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, pihak sekolah bersama warga sekitar segera melakukan penanganan awal sehingga api tidak merambat ke bangunan utama sekolah.
Pasca-insiden tersebut, SMP Negeri 3 Sungai Raya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh sebagai langkah antisipasi.
Kebijakan pembelajaran jarak jauh diambil karena masih adanya rasa khawatir di kalangan siswa dan tenaga pendidik.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]