WAHANANEWS.CO, Kota Depok – Center for Computing and Information Technology (CCIT) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menggelar Induction Days sebagai rangkaian kegiatan pengenalan sekaligus persiapan bagi mahasiswa sebelum mengikuti proses pembelajaran di lingkungan Kampus FTUI.
Rangkaian Induction Days berlangsung selama empat hari, yakni 18 hingga 21 Agustus 2026. Selain melibatkan unsur internal kampus, kegiatan tersebut juga menghadirkan pemateri dari kalangan industri.
Baca Juga:
Bawa Senjata Tajam hingga Mahasiswa Tewas, Pelaku Tawuran Bekasi Dihukum 10 Tahun
Manajer Modernisasi Akademik sekaligus Staf Pengajar Tetap (Senior Faculty) CCIT FTUI, Riza Muhammad Nurman, mengatakan Induction Days dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan orientasi mahasiswa baru, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan sistem pembelajaran, aturan akademik, serta lingkungan institusi.
“Ini sebuah kegiatan yang kita beri nama Induction Days. Orang sering menyebutnya sebagai masa persiapan belajar atau Masa Orientasi Sekolah (MOS). Di sini mahasiswa belajar mengenal CCIT FTUI, aturan-aturan yang ada di dalam institusi, bagaimana mengikuti pembelajaran, dan seterusnya,” ujar Riza, Selasa (18/8/2026).
CCIT FTUI merupakan unit kerja khusus di bawah Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang telah berdiri sejak 2002. Lembaga tersebut menyelenggarakan pendidikan profesional di bidang teknologi informasi dan multimedia kreatif dengan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik.
Baca Juga:
Pemuda Beiwali Sulap Sampah Jadi Paving Blok, Dari Limbah Lahir Peluang Ekonomi
Manajer Modernisasi Akademik sekaligus Staf Pengajar Tetap (Senior Faculty) CCIT FTUI, Riza Muhammad Nurman, Selasa (18/8/2026). [WAHANANEWS.CO / Hendrik I Raseukiy]
Komposisi pembelajaran yang diterapkan disebut mencapai 90 persen praktik dan 10 persen teori. Pola tersebut diarahkan agar mahasiswa memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam penyelenggaraannya tahun ini, Induction Days tidak hanya diisi kegiatan orientasi. CCIT FTUI menggabungkannya dengan Creative Exhibition or Creation, yakni ajang yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memamerkan hasil karya selama mengikuti proses pendidikan.
“Jadi enggak hanya ospek saja. Kita juga ada pameran karya yang diselenggarakan di Gedung Engineering Center, tepatnya di area Ji-Lobby,” kata Riza.
Menurut dia, Creative Exhibition menjadi bagian penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Di Creative Exhibition ini anak-anak berkreasi dan menampilkan karya-karya mereka selama belajar di CCIT FTUI. Baik yang dari semester 1, 2, 3, ataupun semester atas, semuanya ditampilkan,” tuturnya.
Riza menjelaskan, pameran tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar mahasiswa sekaligus sarana untuk menunjukkan hasil pendidikan kepada orang tua dan lingkungan akademik.
“Kita ingin mereka memberikan tanggung jawab kepada orang tuanya, kepada kita semua. ‘Ini loh hasil karya selama belajar di CCIT FTUI,’” ujarnya.
Saat ini, jumlah mahasiswa yang mengikuti berbagai program pendidikan di CCIT FTUI diperkirakan mencapai sekitar 500 orang. Program yang tersedia antara lain Teknologi Informasi, Kartun Multimedia, Digital Marketing, serta sejumlah bidang lain yang berkaitan dengan perkembangan industri kreatif dan teknologi digital.
Riza menyebut sejumlah pihak industri turut berpartisipasi, di antaranya perwakilan Kodak Malaysia serta Melon Gaming. Kehadiran praktisi industri dinilai penting untuk memberikan perspektif yang lebih dekat dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja.
“Sejauh yang saya tahu ada beberapa dari industri, seperti dari Kodak Malaysia yang diwakili Ibu Novita dan tim. Kemudian ada juga dari Melon Gaming,” katanya.
Riza sendiri saat ini dipercaya memegang Divisi Modernisasi Akademik CCIT FTUI. Di samping menjalankan tugas manajerial, ia tetap aktif sebagai staf pengajar, khususnya dalam bidang Teknologi Informasi yang menjadi latar belakang keilmuannya.
“Saya sekarang diberikan amanah untuk memegang Divisi Modernisasi Akademik, sebagai manajer sekaligus staf pengajar, khususnya di bidang Teknologi Informasi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya hubungan yang erat antara dunia akademik dan industri. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri apabila ingin menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Sekarang dunia akademis harus erat hubungannya dengan industri. Bagaimanapun kita adalah salah satu jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan industrinya,” kata Riza.
Ia juga menilai konsep orientasi mahasiswa saat ini mengalami perubahan. Jika dahulu kegiatan orientasi kerap identik dengan aktivitas fisik di luar ruangan, pendekatan di era sekarang lebih diarahkan pada pengenalan institusi, informasi akademik, pengembangan intelektual, kreativitas, serta kesiapan mahasiswa menghadapi proses pembelajaran.
“Kalau semacam ospek, ini lebih banyak pada kegiatan intelektual dan mengasah intelektual daripada fisik. Di era sekarang memang lebih ke arah informatif,” pungkasnya.
[Redaktur: Teunku Agam Isnain Asyura]