Kedua posko tersebut telah terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala terkait data kependudukan calon peserta didik.
"Kami bekerja sama dengan Dukcapil untuk membantu melakukan pengecekan dan penanganan persoalan data kependudukan," jelas Agus.
Baca Juga:
Elaeis Media Group Bakal Gelar Workshop Kuliner Sawit di Jambi, Inovasi Bolu Sawit Iin Arlina Siap Menginspirasi UMKM
Terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mulai diterapkan tahun ini, Agus mengaku belum dapat memastikan dampaknya terhadap hasil seleksi, khususnya pada jalur prestasi.
"Karena ini hal baru, tentu akan kami lihat terlebih dahulu. Nilai TKA menjadi salah satu komponen pada jalur prestasi. Jika sebelumnya hanya menggunakan nilai rapor, sekarang ditambah nilai TKA dan semuanya akan dihitung oleh sistem," katanya.
Menurut Agus, hasil TKA dan nilai kelulusan peserta didik di wilayah Jakarta Barat juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada tahun-tahun mendatang.
Baca Juga:
Hadiri Pesta Pembangunan Gedung Gereja GKPS Syaloom Kabanjahe,Bupati Karo:Satukan Hati dan Ciptakan Hidup Damai Sesama Jemaat
"Kita harus melihat di mana kekuatan dan kelemahannya. Ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan setiap tahun," ujarnya.
Agus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak dalam ekosistem pendidikan, mulai dari orang tua, sekolah, lingkungan hingga media massa.
"Orang tua, sekolah, lingkungan, dan rekan-rekan media menjadi kekuatan besar untuk bersama-sama mengawal anak-anak agar mampu menjadi generasi emas Indonesia 2045," pungkasnya.
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.