“Alhamdulillah, kini sistem kelistrikan Aceh telah pulih, seluruh gardu induk beroperasi normal, didukung pembangkit dan transmisi yang kembali menyala,” lanjut Darmawan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi fondasi utama agar pasokan listrik dapat mengalir stabil dan berkelanjutan ke masyarakat.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Sebelumnya, PLN telah mengoperasikan kembali PLTU Nagan Raya dengan dukungan cadangan sistem yang memadai untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat Aceh.
Beroperasinya pembangkit tersebut sekaligus mengoptimalkan jalur transmisi Nagan–Sigli sebagai bagian penting dari sistem kelistrikan Aceh.
Selain itu, PLN juga berhasil memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang menjadi tulang punggung interkoneksi Sumatera–Aceh.
Baca Juga:
Tak Pulang Demi Terang, Riki Waberta 4 Tahun Tak Mudik Jaga Listrik Istana dan Jutaan Pelanggan Saat Lebaran
Jaringan vital tersebut sempat terputus akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah-wilayah rawan.
Dengan sistem utama yang telah normal dan seluruh GI beroperasi, penyaluran listrik ke jaringan distribusi kini dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian.
“Kami memastikan setiap tahapan penormalan distribusi dilakukan secara aman,” tegas Darmawan.