“Saat ini perang sangat menantang sekali, kemudian meningkatnya dolar Amerika Serikat menjadi tantangan ketika berjualan karena harga-harga meningkat tajam. Saya rasa forum ini sangat membantu para eksportir karena kami bisa saling bertukar pengalaman mengenai masalah yang dihadapi,” kata Nurul.
Menteri Perdagangan Budi Santoso turut hadir dalam forum tersebut dan mendengarkan langsung berbagai aspirasi pelaku usaha. Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang dirancang untuk membantu UMKM masuk ke pasar internasional.
Baca Juga:
PAMA Perkuat Transisi Ekonomi Pascatambang, Resmikan Galeri UMKM dan Koperasi di Muara Enim
Menurut Budi, Kementerian Perdagangan memiliki 46 perwakilan perdagangan yang terdiri dari Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara. Perwakilan tersebut bertugas membantu promosi produk Indonesia sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di luar negeri.
“Banyak pelaku usaha cerita ke saya kalau mereka bingung mendapatkan buyer. Nah, Kemendag punya program UMKM BISA Ekspor dengan perwakilan di 33 negara. Kalau terkait bahasa, tidak perlu khawatir karena akan difasilitasi. Nanti akan dibantu go international oleh Kementerian Perdagangan,” ujar Budi.
Selain itu, Budi juga memperkenalkan Indonesia Design Development Center (IDDC) sebagai fasilitas pendampingan desain produk bagi UMKM.
Baca Juga:
UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
“Kalau ada pelaku usaha yang punya produk tetapi kesulitan ekspor karena desainnya belum bagus, kami fasilitasi konsultasi di IDDC,” ucapnya.
Menjelang senja, forum NGOPI pun berakhir. Namun, diskusi sore itu meninggalkan semangat baru bagi para pelaku UMKM yang ingin merintis ekspor maupun memperluas pasar internasional. Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa peluang produk Indonesia untuk bersaing di pasar global tetap terbuka, selama pelaku usaha terus belajar, beradaptasi, dan membangun jejaring.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.