WAHANANEWS.CO, Batam - Proyek PLTS KDKMP di Pulau Sembur diproyeksikan menjadi model pengembangan listrik desa berbasis koperasi yang dapat direplikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Skema ini menempatkan koperasi sebagai pengelola utama energi, sehingga masyarakat memiliki peran langsung dalam pengelolaan listrik desa.
Baca Juga:
Dari Gelap Menuju Terang, Turewudha Akhirnya Menyala: Bupati Ngada Resmikan Jaringan Listrik, Harapan Warga Puluhan Tahun Terjawab
Kerja sama antara Pertamina NRE dan Kementerian Koperasi dan UKM ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan pembangkit listrik desa berbasis koperasi.
Pemerintah berharap, model tersebut dapat mempercepat kemandirian energi desa sekaligus mendukung target transisi energi nasional.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa pendekatan ini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur.
Baca Juga:
Penantian Puluhan Tahun Berakhir! Takatunga 1 Akhirnya Terang, Bupati Ngada Bawa Listrik, Bangun Poskesdes, dan Pastikan Pelosok Tak Lagi Tertinggal
“Pertamina tidak hanya membangun pembangkit, tetapi juga membangun ekosistem. Melalui PLTS yang dikelola koperasi, energi bersih diharapkan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya, dikutip Senin (22/12/2025).
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menilai integrasi listrik desa dan koperasi merupakan strategi berkelanjutan.
“Model ini diharapkan bisa direplikasi di banyak desa, khususnya wilayah 3T, agar masyarakat memiliki kemandirian energi sekaligus peningkatan pendapatan,” kata Ferry.