WahanaNews.co | Seiring naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pada 3 September, sepeda motor listrik saat ini mulai dilirik pengguna.
Sebagian orang menilai sepeda motor listrik bisa menjadi alternatif di tengah naiknya harga BBM dari tahun ke tahun.
Baca Juga:
PLN dan Polytron Pecahkan Rekor MURI: 500 Motor Listrik Isi Daya Serentak di Jatinangor
Alih-alih menggunakan bensin sebagai bahan bakar, motor listrik menggunakan baterai yang harus dicas.
Beberapa bulan terakhir, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tengah mengupayakan agar pengguna motor berbahan bakar bensin bisa beralih ke motor listrik.
Pada 1 September 2022 lalu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menggelar parade motor konversi listrik di kawasan Nusa Dua, Bali, di acara Parallel Event Energy Transitions Working Group (ETWG) Presidensi G20 Indonesia.
Baca Juga:
PLN dan Polytron Catat Rekor MURI: 500 Motor Listrik Lakukan Pengisian Serentak di Jatinangor
Arifin mengajak warga Bali untuk mengonversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.
Arifin menjelaskan bahwa sepeda motor listrik memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki motor BBM.
"Ayo kita sama-sama mendukung program ini untuk pengurangan emisi dan capaian provinsi Bali menuju provinsi bebas emisi di masa mendatang sehingga bisa membangkitkan industri pariwisata semaksimal mungkin," kata Arifin dalam keterangan resminya.