WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam membantu masyarakat Aceh yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Tidak hanya mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan, PLN juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar para warga yang masih berada dalam masa tanggap darurat.
Baca Juga:
Belasan Tower Roboh, PLN Bangun Transmisi Darurat untuk Hidupkan Kembali Listrik Aceh
Beragam bantuan berupa sembako dan peralatan kebutuhan harian telah disalurkan, mulai dari 6 ton beras, 2 ton gula, 1.000 kotak mi instan, 2.000 kaleng sarden, 2.000 liter minyak goreng, 2.000 kaleng kornet, hingga 2.000 paket biskuit.
Selain itu, PLN juga mendistribusikan 3.000 botol air mineral serta 14.000 lampu emergency yang sangat dibutuhkan warga untuk menunjang aktivitas malam hari ketika jaringan listrik belum sepenuhnya pulih.
Sebagian bantuan ini diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Aceh dalam rangkaian Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Landasan Udara Iskandar Muda, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga:
Banjir dan Longsor Ganggu Energi, ESDM Percepat Perbaikan Listrik dan Distribusi BBM
Di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, warga menyambut bantuan tersebut dengan penuh syukur.
Salah satu penerima bantuan, Dedy Suriadi, mengungkapkan bahwa paket sembako dari PLN sangat dibutuhkan oleh para pengungsi.
Penyerahan bantuan paket sembako dari PLN kepada para pengungsi di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
"Sembako sangat kami butuhkan di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu ini. Terima kasih atas kemurahan hati PLN yang sudah membantu,” ungkap Dedy haru.
Tak hanya memberikan bantuan logistik, PLN juga menyalurkan genset untuk mendukung kegiatan masyarakat, terutama aktivitas ibadah yang sempat terganggu akibat padamnya listrik.
Salah satu genset tersebut diserahkan ke Mesjid Al Ghafur, Kabupaten Aceh Besar. Penyerahan dilakukan oleh jajaran direksi PLN, yakni Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri; Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan, Evy Haryadi; Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem, Edwin Nugraha Putra; serta Ketua Yayasan Baitul Maal Pusat, Sulistyo Biantoro.
Kepala Badan Kesejahteraan Mesjid Al Ghafur, Tengku Muhammad Rijal, menyampaikan bahwa hadirnya genset ini menjadi penopang penting bagi masyarakat untuk tetap menjalankan ibadah.
Penyerahan bantuan genset dan paket sembako ke Mesjid Al Ghafur, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu (30/11/2025).
“Bantuan genset ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya genset, kegiatan ibadah tetap dapat berlangsung meski kelistrikan belum sepenuhnya pulih. Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan PLN kepada masyarakat Desa Gani,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan warga Aceh tetap bisa beraktivitas dengan aman meski berada dalam kondisi sulit.
“Kami memahami betapa berat dampak banjir bagi masyarakat. Karena itu, PLN berkomitmen hadir tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui bantuan langsung yang diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pascabanjir dan meringankan beban warga,” ujarnya.
Di sisi lain, upaya bantuan PLN tidak berhenti pada distribusi sembako dan genset.
PLN juga bekerja sama dengan Komando Daerah Militer Iskandar Muda dalam menyediakan empat dapur umum yang tersebar di Bireun, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Singkil.
Dapur umum ini memastikan para pengungsi, terutama yang masih tinggal di posko, memperoleh makanan layak setiap hari.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa prioritas utama PLN dalam situasi bencana adalah menjaga terpenuhinya kebutuhan mendesak masyarakat, baik terkait suplai listrik darurat maupun dukungan logistik.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan PLN berkomitmen untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik, di saat yang bersamaan juga memberikan bantuan kemanusiaan dalam bentuk paket sembako dan peralatan listrik darurat.
“PLN selalu berada di sisi masyarakat dalam kondisi apa pun. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu warga mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Darmawan.
Sebelumnya, banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan 12 tower transmisi roboh dan mengakibatkan gangguan suplai listrik.
Untuk percepatan penanganan, PLN mengerahkan sekitar 500 petugas gabungan dari berbagai unit di seluruh Indonesia untuk membangun tower transmisi darurat.
Pemulihan jaringan kelistrikan dilakukan secara intensif siang dan malam, menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Seluruh langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk mempercepat normalisasi kondisi masyarakat, sehingga warga Aceh dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]