WAHANANEWS.CO, Jakarta - Awal pekan pertama Januari 2026 menjadi momen penting bagi pelanggan listrik prabayar karena pemerintah resmi menetapkan harga token listrik terbaru yang berlaku secara nasional.
Kebijakan tersebut mengatur harga token listrik PLN untuk periode Senin (5/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026) bagi seluruh pelanggan prabayar.
Baca Juga:
Modus Menyamar Jadi Petugas PLN, Tiga Pencuri Kabel Listrik Ditangkap Polsek Tambora
Pelanggan PLN prabayar dapat membeli token listrik dengan nominal bervariasi sesuai kebutuhan, mulai dari Rp 5.000 hingga mencapai Rp 1 juta.
Token listrik yang telah dibeli kemudian dimasukkan ke dalam meteran prabayar untuk mengaktifkan suplai daya listrik.
Dalam sistem prabayar, token listrik yang dibeli pelanggan akan dikonversikan secara otomatis ke dalam satuan kilowatt hour atau kWh.
Baca Juga:
Sampah Menggunung, Bau Menyengat Cemari Kota Jambi Bahagia: Jurnalis M. Rosyid Sentil Kinerja Pemkot
Setelah kode token berhasil dimasukkan, layar meteran akan menampilkan jumlah kWh yang diperoleh sesuai dengan nilai pembelian.
Besaran harga token listrik tidak bersifat tunggal karena disesuaikan dengan golongan pelanggan, baik rumah tangga, bisnis, maupun industri.
Selain itu, perbedaan tarif juga dipengaruhi oleh besaran daya listrik atau volt ampere (VA) yang terpasang di masing-masing pelanggan.
Pemerintah bersama PLN menetapkan rincian tarif listrik Januari 2026 sebagai acuan pembelian token bagi pelanggan prabayar.
Berikut ini merupakan rincian lengkap harga token atau tarif listrik PLN yang berlaku pada periode Senin (5/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026) sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Rincian tarif listrik Januari 2026
Berikut ini rincian lengkap harga token yang berlaku pada 5-11 Januari 2026:
Tarif listrik pelanggan rumah tangga:
Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh.
Tarif listrik pelanggan bisnis:
Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh.
Tarif listrik pelanggan industri:
Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh.
Tarif listrik keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalanan umum:
Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh.
Tarif listrik keperluan pelayanan sosial:
Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh.
Tarif listrik subsidi pelanggan rumah tangga:
Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh.
Beli token listrik Rp 50 ribu dapat berapa kWh?
Nominal token listrik yang dibeli juga akan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah sesuai kebijakan pemerintah setempat.
Misalnya, PPJ Jakarta berikut ini:
Sampai 2.200 VA: 2,4 persen
3.500-5.500 VA: 3 persen
6.600 VA ke atas: 4 persen.
Adapun rumus penghitungan besaran kWh yang diperoleh sebagai berikut:
(Nominal token - PPJ daerah) : tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan.
Lebih rinci, berikut rincian besaran kWh yang diperoleh jika beli token Rp 50.000 untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:
Rumah tangga daya 900 VA
(Rp 50.000 - 2,4 persen) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.200) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.352 = 36,09 kWh.
Rumah tangga daya 1.300-2.200 VA
(Rp 50.000 - 2,4 persen) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.200) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.444,70 = 33,78 kWh.
Rumah tangga daya 3.500-5.500 VA
(Rp 50.000 - 3 persen) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.500) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.500 : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.500 : Rp 1.699,53 = 28,54 kWh.
Rumah tangga daya 6.600 VA lebih
(Rp 50.000 - 4 persen) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 2.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.000 : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.000 : Rp 1.699,53 = 28,24 kWh.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]