WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya pemulihan kelistrikan di Aceh memasuki tahap paling krusial ketika PLN harus mengandalkan pesawat Hercules dan helikopter untuk mengangkut tower emergency ke titik-titik terdampak yang terputus total akibat banjir dan longsor, Jumat (28/11/2025).
PLN mencatat total 13 jaringan transmisi di Aceh mengalami gangguan berat dengan sepuluh tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV roboh diterjang banjir dan longsor beruntun dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga:
Pulihkan Listrik dan Bantu Warga Terdampak Bencana, PLN Diapresiasi Wabup Taput
Sedangkan tiga tower lainnya mengalami kerusakan struktural di jalur Bireuen–Arun, Brandan–Langsa, dan Peusangan–Bireuen.
Manajer Komunikasi & TJSL PLN IUD Aceh, Lukman Hakim menjelaskan bahwa pengiriman material harus menggunakan jalur udara karena seluruh akses darat lumpuh sehingga tower emergency menjadi satu-satunya solusi percepatan pemulihan untuk menyambung kembali jaringan transmisi utama.
“Kemarin sudah dikirim 4 set tower emergency, hari ini dua pesawat Hercules akan membawa 3 set tower emergency dari Jakarta ke Aceh,” ujarnya, dikutip Minggu (30/11/2025).
Baca Juga:
PLN Gercep Pulihkan Bertahap Listrik di Sumatera Meski Akses Banyak Terputus
Lukman menambahkan bahwa seluruh tower emergency yang tiba di Aceh akan langsung diterbangkan menggunakan helikopter menuju lokasi kerusakan karena medan darat tidak lagi bisa dilintasi.
“Kami mohon doanya dan support agar proses ini bisa berjalan dengan mudah dan lancar,” katanya.
Sebelumnya pada Kamis (27/11/2025), General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra menegaskan bahwa percepatan mobilisasi material tower darurat adalah prioritas utama PLN untuk memulihkan sistem kelistrikan Aceh.
“Siang ini, satu kloter material tower darurat telah mendarat dengan selamat di Aceh dan akan segera dibawa menuju titik kerusakan menggunakan helikopter untuk mempercepat proses pembangunan tower darurat,” ujar Eddi.
Eddi menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem membuat jumlah tower roboh bertambah dari lima menjadi dua belas sehingga PLN harus meningkatkan jumlah material dan mempercepat distribusi tower emergency untuk menjaga stabilitas kelistrikan Aceh.
PLN juga mengapresiasi dukungan penuh TNI Angkatan Udara melalui pengiriman material menggunakan pesawat Hercules yang sangat membantu menjangkau wilayah-wilayah yang tidak bisa ditembus jalur darat.
“Begitu material tiba, tim langsung bergerak mengirimkannya ke titik-titik prioritas untuk pembangunan tower darurat,” jelasnya.
Di sisi lain, PLN menambah personel dari berbagai unit di luar Aceh untuk memperkuat penanganan gangguan, pengamanan jaringan, dan percepatan pembangunan struktur sementara, bersamaan dengan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, TNI–Polri, dan BPBD agar proses pemulihan berjalan terpadu dan aman.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]