WAHANANEWS.CO.Jakarta – Di sebuah dinding sederhana di kawasan Neglasari, Cibeunying Kaler, hari ini bukan sekadar terpasang sebuah meteran listrik. Di tempat ini, harapan akhirnya menemukan saklarnya.
Bagi sebagian orang, menyalakan lampu adalah hal yang biasa. Namun bagi Shihabudin, cahaya yang kini menerangi rumahnya adalah jawaban dari doa-doa yang selama ini dipanjatkan dalam diam, setiap malam.
Baca Juga:
PLN Goes to School Hadir di SMA Negeri 6 Bandung, Edukasi Generasi Muda Cerdas Energi
Melalui program Berbagi Cahaya, PLN bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan akses listrik yang layak bagi masyarakat prasejahtera. Program ini tidak hanya menghadirkan aliran listrik, tetapi juga membawa rasa aman, kehangatan, serta keyakinan bahwa mereka tidak sendiri.
Manager PLN UP3 Bandung, Donna Sinatra, menyampaikan bahwa Berbagi Cahaya merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Listrik bukan hanya tentang energi, tetapi tentang kehidupan yang lebih layak. Melalui program Berbagi Cahaya, kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan manfaat listrik, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masa depan mereka,” ujar Donna.
Baca Juga:
PLN UP3 Cimahi Hadirkan Terang di Mushola Al Ikhlas Lewat Light Up The Dream Caption:
Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UID Jawa Barat menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PLN yang berkelanjutan.
“PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Cahaya yang kami hadirkan hari ini adalah simbol kepedulian dan gotong royong, agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam menikmati terang dan kemajuan,” ungkapnya.
Program Berbagi Cahaya di Bandung Timur ini telah memberikan sambungan listrik kepada pelanggan atas nama Shihabudin, yang beralamat di Jl. Sukasari II RT/RW 03/04, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, dengan tarif R1MT dan daya 900 VA.