Fadli menjelaskan, tim gabungan tersebut terlebih dahulu mengamankan dan melakukan pengecekan pada gardu-gardu induk sebelum masuk ke tahap penormalan sambungan listrik di rumah pelanggan.
Proses ini dilakukan secara bertahap agar pemulihan berlangsung cepat sekaligus aman.
Baca Juga:
Mobil Pajero Tabrak Pagar Mapolda Jambi, Pengemudi Positif Narkoba dan Miras
“Kami bersyukur dengan dukungan personel dari berbagai daerah, pekerjaan di lapangan bisa dipercepat. Target kami bukan hanya menyalakan listrik, tetapi memastikan seluruh jaringan dan instalasi siap digunakan masyarakat,” katanya.
Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang berdampak sangat luas. Dari sekitar 74.000 pelanggan, hampir 100 persen atau sekitar 72.000 pelanggan terdampak gangguan kelistrikan.
Hanya wilayah pegunungan dengan sekitar 2.000 pelanggan yang tidak terdampak banjir.
Baca Juga:
Menjemput Terang di Ujung Aceh, Kisah Perjuangan PLN ke Desa Terisolir
Saat ini, PLN masih memfokuskan pekerjaan di enam desa terakhir yang sebelumnya belum sepenuhnya pulih. Setiap desa rata-rata memiliki 200 hingga 300 pelanggan.
Dengan dukungan personel lintas daerah, PLN optimistis pemulihan kelistrikan dapat segera mencapai 100 persen.
“Sinergi dan kerja sama lintas wilayah ini menjadi kekuatan PLN dalam merespons bencana. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Aceh Tamiang kembali menikmati listrik secara normal,” pungkas Fadli.