WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya pemulihan infrastruktur kelistrikan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh terus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan masyarakat.
PT PLN (Persero) menegaskan bahwa percepatan pemulihan listrik tidak dapat dilakukan secara gegabah, terutama di wilayah yang kondisi lingkungannya masih berisiko.
Baca Juga:
Bukan Hanya Listrik, PLN Bantu Pulihkan Kehidupan Sosial dan Spiritual Warga Aceh
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa secara umum kondisi kelistrikan di Aceh relatif aman.
Namun, perbaikan jaringan listrik belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena infrastruktur di sejumlah lokasi masih rentan terhadap longsor dan banjir susulan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa upaya pemulihan harus mempertimbangkan keselamatan warga dan kondisi lingkungan di sekitar jaringan listrik.
Baca Juga:
Akses Jalan di Pasi Aron Aceh Berubah Jadi Sungai, PLN Tetap Maju Angkut Tiang Besi
“Kemarin kan ada beberapa titik yang longsor, kemudian dipasang, kena longsor lagi. Poinnya kita berupaya agar kelistrikan di sana relatif aman, tetapi masyarakat juga aman. Kalau masih ada banjir, ya jangan dulu,” ujar Tri, dikutip Minggu (11/1/2026).
PLN sebelumnya mengungkapkan bahwa skala kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat bencana kali ini tergolong sangat masif.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut kerusakan jaringan listrik tersebar di ratusan titik, sehingga penanganannya membutuhkan kehati-hatian dan perencanaan matang.
Selain kendala akses dan kondisi medan, PLN juga menghadapi situasi dilematis di lapangan. Di sejumlah wilayah, jaringan listrik desa sebenarnya telah berhasil dipulihkan.
Namun, aliran listrik belum dapat disalurkan ke rumah-rumah warga karena bangunan masih rusak parah atau tertimbun lumpur.
“Desanya sudah menyala, tetapi rumah-rumah pelanggan PLN masih tertimbun lumpur. Dalam kondisi seperti itu kami belum berani menyalakan listrik, karena risikonya sangat tinggi dan bisa membahayakan warga,” jelas Darmawan.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil semata-mata untuk melindungi keselamatan masyarakat, sekaligus mencegah potensi kecelakaan listrik di tengah kondisi pascabencana.
Dalam situasi tersebut, PLN memprioritaskan pemulihan kelistrikan di fasilitas-fasilitas pelayanan publik esensial, seperti rumah sakit dan puskesmas, agar layanan dasar masyarakat tetap berjalan.
PLN memastikan seluruh tahapan pemulihan dilakukan secara terukur, dengan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan pihak terkait, sehingga listrik dapat kembali menyala dengan aman dan andal ketika kondisi telah memungkinkan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]