WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini pemerintah tengah mengkaji kebutuhan energi dalam negeri. Tak lain hal itu dengan cara efisiensi.
"Efisiensi itu adalah penyelamatan terhadap keuangan negara dan juga optimalisasi terhadap seluruh energi yang kita punya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026) melansir CNBC Indonsia.
Baca Juga:
Pulihkan Listrik Desa Terpencil di Aceh Barat, TNI dan PLN Distribusikan Genset
Salah satu yang dikaji adalah dengan optimalisasi sumber daya yang dimiliki dalam negeri. Hal itu dengan mencampurkan (blending) bahan bakar minyak (BBM) dengan bahan bakar nabati (BBN) seperti bioetanol dan biodiesel.
"Efisiensi tidak hanya itu, mungkin kita akan mendorong untuk mempercepat B50 (biodiesel 50%) sebagai salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan E20 (bioetanol 20%)," tambahnya.
Menurut perhitungannya, jika harga minyak mentah dunia telah menyebtuh lebih dari US$ 100 per barel, maka opsi blending lebih murah untuk dilakukan.
Baca Juga:
Pasokan Terbatas, Harga Beras Masih Tinggi di Ambon
Selain itu, Bahlil menyebutkan pemerintah juga tengah mengkaji beberapa opsi efisiensi lainnya yang bisa dilakukan di tengah kondisi saat ini.
"Sudah barang tentu dengan kondisi yang ada, pemerintah berpikir untuk mencari alternatif-alternatif terbaik dalam rangka menjaga pasokan energi nasional," tandasnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.